Douma Mulai Bebas, 3.000 Tawanan Dilepaskan, Jaish al-Islam Menyerah
Pembebasan ini bagian dari kesepakatan damai Jaish al-Islam dengan pemerintah Suriah.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Ribuan orang yang jadi tahanan gerombolan militan Jaish al-Islam, dibebaskan dari penjara darurat di timur Damaskus, Sabtu (24/3/2018).
Pembebasan ini bagian dari kesepakatan damai Jaish al-Islam dengan pemerintah Suriah. Kelompok proxy asing ini menguasai distrik kota Douma di Ghouta timur.
Sumber di lapangan yang dikutip Al Masdar News Network mengatakan, sebanyak tiga ribu orang akan dilepaskan mulai Sabtu ini. Mereka tak hanya terdiri tentara Suriah.
Jaish al-Islam menguasai Douma sejak beberapa tahun terakhir, menangkapi kelompok minoritas, pegawai pemerintah, keluarga tentara Suriah, dan menjadikannya tameng hidup.
Selama beberapa tahun terakhir ini pula gerombolan militan itu menempatkan para tawanan di bangunan-bangunan militer dan infrastruktur negara yang mereka jadikan basis pertahanan.
Penempatan tawanan itu sekaligus jadi alat penggentar supaya pesawat-pesawat tempur pemerintah Suriah tidak mengebom mereka.
Kabar gembira ini melengkapi pembebasan sejumlah kawasan di Ghouta timur dari tangan ekstremis yabg didanai koalisi barat daj Arab.
Distrik Harasta sepenuhnya kini dikontrol pasukan Suriah. Kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham Hayat Ahrar al-Sham menyingkir ke Idlib dan Afrin.
Pemindahan anggota gerombolan ini berlangsung damai dan lancar dibawah pengawasan Komite Rekonsiliasi Rusia, Bulan Sabit Suriah, dan pasukan pemerintah Damaskus.
Bara peperangan di Harasta, Douma dan Jobar di Ghouta timur mendekati akhir. Penduduk menyambut kedatangan tentara Suriah dengan penuh sukacita.
Pembebasan itu juga disambut pesta kembang api dan tembakan salvo meriam di langit Damaskus, ibukota Suriah, Jumat malam hingga dini hari.(Tribunjogja.xom/AMN/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jobar-suriah_20180324_140518.jpg)