Terkait Dugaan Malfungsi Trotoar, ORI DIY Temui UPT Trans Jogja

ORI DIY mendatangi kantor UPT Trans Jogja, untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan pembangunan dan keberadaan halte.

Terkait Dugaan Malfungsi Trotoar, ORI DIY Temui UPT Trans Jogja
tribunjogja/rizki halim
Moda transportasi Trans Jogja 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ombudsman RI (ORI) Perwakilan DIY menindaklanjuti laporan yang dilayangkan Komunitas Perempuan Peduli Pelayanan Publik (KP4), terkait posisi halte Trans Jogja, yang dinilai mengganggu fungsi trotoar bagi para pejalan kaki.

Pada Jumat (23/3/2018), ORI DIY mendatangi kantor UPT Trans Jogja, untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan pembangunan dan keberadaan halte, yang umumnya mengambil hampir satu bidang penuh badan trotoar, sehingga menghalangi penggunanya.

Koordinator bidang penyelesaian lapangan ORI DIY, Nugroho Andriyanto, mengatakan bahwa persoalan yang telah disampaikan KP4 beberapa waktu lalu memang cukup pelik.

Pasalnya, diakui, kondisi trotoar di Yogyakarta dewasa ini, semakin jauh dari kata ideal.

"Sekarang kita lihat bersama, di atas trotoar terdapat halte Trans Jogja, kemudian dijadikan lahan parkir, ada PKL (pedagang kaki lima) juga dan lain sebagainya. Masalahnya sangat kompleks, satu di antara yang kami potret tentu keberadaan halte itu," katanya.

Nugroho menjelaskan, kedatangannya menemui UPT Trans Jogja adalah murni untuk mencari informasi, terkait dugaan malfungsi sarana publik tersebut.

Menurutnya, UPT Trans Jogja adalah pihak yang paling bertanggung jawab terkait keberadaan halte itu.

"Keberadaan halte ini kan mengganggu kenyamanan pejalan kaki, sehingga kita agendakan bertemu dengan pihak UPT (Trans Jogja), yang memang punya kewenangan untuk menata dan meletakkan halte-halte di trotoar itu," jelasnya. (*)

Penulis: aka
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved