Kronologi Kasus Jual Beli Rumah dengan Uang Mainan Rp4,5 Miliar di Tulungagung

Mujiono yang membawa Rp 4,5 miliar uang mainan ke Bank ternyata dibohongi seorang tokoh yang dikenalnya bernama Ali asal Kanigoro Blitar.

Kronologi Kasus Jual Beli Rumah dengan Uang Mainan Rp4,5 Miliar di Tulungagung
SURYA
Mujiono yang membawa Rp 4,5 miliar uang mainan ke Bank Central Asia (BCA) Kantor Cabang Tulungagung ternyata dibohongi seorang tokoh yang dikenalnya bernama Ali, asal Kanigoro Blitar. 

TRIBUNJOGJA.COM, TULUNGAGUNG - Mujiono yang membawa Rp 4,5 miliar uang mainan ke Bank Central Asia (BCA) Kantor Cabang Tulungagung ternyata dibohongi seorang tokoh yang dikenalnya bernama Ali, asal Kanigoro Blitar.

Uang itu awalnya untuk pembayaran penjualan rumah mewah milik Mujiono.

Ayah tiga anak ini berkisah, dirinya menjual sebuah rumah di Desa Sumberejo Kulon senilai Rp 17 miliar.

Oleh seorang perantara bernama Suprapto, rumah itu ditawarkan ke Ali.

Usai datang dan melihat rumah, Ali sepakat membeli rumah dengan harga Rp 15,1 miliar.

Harga itu mencakup tanah, bangunan dan perabot barang antik di dalamnya.

"Kami sudah membuat perjanjian jual beli hitam di atas putih," tutur Mujiono, Rabu (21/3/2018) saat ditemui di rumahnya.

Ali awalnya menawarkan memberi uang muka, namun ditolak oleh Mujiono.

Mujiono kemudian mengajak melakukan pelunasan di BCA.

Apalagi sertifikat tanah di mana rumah itu berada masih di BCA.

Halaman
1234
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved