Menelan Korban, Warga Bambanglipuro Ingin Jembatan Segera Diperbaiki
Pantauan Tribunjogja.com di lokasi pada Selasa (20/3/2018) kondisi jembatan sudah terputus total sehingga tak bisa dilewati.
Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jembatan yang memotong Kali Sorok di ruas Jl Ganjuran, Tegal Dereman, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul yang rusak sejak banjir Bantul akhir 2017 lalu sampai kini belum tersentuh perbaikan.
Padahal, akses jalan tersebut vital untuk warga sekitar.
Pantauan Tribunjogja.com di lokasi pada Selasa (20/3/2018) kondisi jembatan sudah terputus total sehingga tak bisa dilewati.
Hanya pejalan kaki yang bisa melintas.
Itupun harus ekstra hati-hati.
Pengendara motor dan mobil pun terpaksa harus memutar jika ke desa tujuan.
Baca: Perlintasan Sebidang Ditutup, Warga Jatikontal Manfaatkan Jembatan Bawah Rel Sebagai Jalan Pintas
Sudiman, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi jembatan mengatakan, kini akses jalan terputus total.
Warga yang ingin melintas dengan kendaraan bermotor harus memutar lewat jalur lain.
Meski tak terlalu jauh, namun warga dibuat cukup terganggu dengan kondisi jembatan yang rusak.
Selain demi mempermudah akses warga, perbaikan jembatan dirasa cukup urgent karena sudah menelan beberapa korban yang tercebur ke sungai bawah jembatan.
Meski tak sampai meninggal, namun kejadian ini cukup menjadi sumber kekhawatiran warga.
"Sejak rusak akhir tahun lalu, sudah ada lima orang yang jatuh ke sungai di bawah jembatan yang putus. Beberapa luka-luka lecet tapi saya dengar sampai ada yang patah tulang. Sebagian korban terjatuh tidak tahu kalau jembatan putus karena kejadian pada malam hari," katanya.
Baca: Jembatani Taksi Online dan Taksi Konvensional, Pembuatan SIM A Umum Dikebut
Tak hanya karena kurang hafal medan, Sudiman mengatakan beberapa warga yang jatuh ke sungai diketahui karena nekat menerobos pembatas kayu dan bambu yang dibuat warga.
Sebagian lagi malah dikaitkan hal mistis, karena korban mengaku saat melintas melihat jembatan tidak rusak.
Di luar kejadian tak lazim di jembatan rusak tersebut, Sudiman tetap ingin agar jembatan segera diperbaiki.
"Pengennya ya diperbaiki secepatnya karena jembatan ini menjadi akses utama untuk warga sekitar, kasian juga kalau ada warga yang jatuh lagi," kata Sudiman.
Sementara itu pihak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mengatakan pemerintah daerah telah mendata kerusakan di lokasi jembatan rusak tersebut.
Proses penanganan menurutnya tak lama lagi akan dilakukan.
Baca: Truk Angkut Rombongan Pengantin Jatuh dari Jembatan Tewaskan 25 Orang
Menurutnya, perbaikan jembatan di Jl Ganjuran sudah masuk dalam rencana pengeluaran Pemkab melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.
Total dana yang akan dikeluarkan mencapai kisaran angka Rp 450 juta. Targetnya, Juni ini sudah mulai ditangani.
"Sudah masuk rencana perbaikan, selaim jembatan di Jl Ganjuran juga akan mulai kita tangani beberapa infrastruktur vital lain seperti jembatan maupun talud yang rusak, target kami tahun ini beberapa infrastruktur yang rusak sudah selesai diperbaiki," kata Bobot.
Hanya saja menurut Bobot, beberapa infrastruktur menurutnya memang butuh waktu sedikit lebih lama untuk diperbaiki terutama yang sumber dana ditangani oleh Kementrian PU.
Pasalnya, segala kebijakan ditentukan oleh pusat terkait desain maupun waktu penanganan.
Yang jelas pada prinsipnya menurut Bobot, Pemkab berjanji akan segera menangani infrastruktur yang rusak pasca banjir kemarin.
"Kita upayakan secepatnya bisa ditangani, kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat," kata Bobot. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kondisi-jembatan-rusak-jl-ganjuran_20180320_181728.jpg)