17 Orang Pembobol ATM Diringkus Polisi, Salah Satu Modusnya Menyaru Sebagai Pegawai Bank

Beberapa Polres di DIY telah mengungkap kasus terkait pembobolan ATM dan total telah menetapkan 17 tersangka.

17 Orang Pembobol ATM Diringkus Polisi, Salah Satu Modusnya Menyaru Sebagai Pegawai Bank
IST
Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo (baju merah) dan Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo (baju hitam) saat menunjukkan barang bukti puluhan kartu ATM dari tangan 17 tersangka, Selasa (20/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu ini, di DIY tengah marak kasus pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan berbagai modus, salah satunya dengan mengganjal kartu ATM agar tidak bisa keluar dan digunakan pemiliknya.

Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa Polres di DIY telah mengungkap kasus terkait pembobolan ATM dan total telah menetapkan 17 tersangka.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan bahwa belasan tersangka terkait pembobolan ATM diamankan oleh pihak Polresta Yogyakarta, Polres Sleman dan Polres Bantul.

Diungkapkannya pula, bahwa pengungkapan kasus tersebut dimulai sejak bulan Januari dengan masing-masing 1 TKP di Sleman dan Kota Yogyakarta dan 2 TKP di daerah Bantul.

"Total ada 17 tersangka dan berasal dari berbagai Polres di wilayah hukum Polda DIY," katanya, Selasa (20/3/2018).

Baca: Pelaku Pencurian Kartu ATM Menyaru Sebagai Konsultan

Dilanjutkannya, pihaknya tak memungkiri bahwa 17 tersangka yang diamankan ini tak hanya beroperasi di wilayah DIY, melainkan sudah lintas Provinsi.

Menurut Dirreskrimum, jika ditotal kerugiam yang disebabkan ke-17 orang tersebut mencapai ratusan juta rupiah dengan puluhan TKP di Pulau Jawa.

"Mereka ini bisa dikatakan jaringan pembobol ATM, karena selain di Jogja juga beraksi di Surabaya dan Bandung juga. Dari 17 tersangka ini, kalau ditotal dari aksi mereka itu telah meraup milyaran rupiah. Kasus ini akan kami kembangkan ke TPPU, karena disinyalir ada orang dibalik kasus ini yang membuat jaringan ini hidup," ucapnya.

Dirreskrimum melanjutkan, apabila pihaknya mendapati salah satu modus baru yang digunakan komplotan tersebut yaitu menyaru sebagai karyawan Bank dan mengganti stiker berisi nomor call center yang tertera di ATM dengan TKP di daerah Bantul.

Halaman
1234
Penulis: rid
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved