Ungkap Penyebab Kecelakaan Simpang Empat Gramedia, Polda DIY Gunakan Alat Canggih

Ungkap penyebab kecelakaan Simpang Empat Gramedia, Polda DIY gunakan alat canggih.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Satlantas Polresta Yogyakarta
Kepala Unit (Kanit) Laka Lantas Polresta Yogyakarta, Polda DIY, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hendro Wahyono saat menunjukkan titik bertabrakannya mobil dengan sepeda motor di simpang empat Gramedia. 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNJOGJA.COM - Ada pemandangan berbeda dalam olah TKP Kecelakan yang dilakukan Ditlantas Polda DIY bersama Satlantas Polresta Yogyakarta di simpang empat Gramedia, Senin (19/03/2018) sekira pukul 11.30 WIB.

Oleh TKP ini menggunakan metode traffic accident analysis (TAA) tiga dimensi.

Metode baru ini lebih banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Jika zaman dahulu, ketika olah TKP Kecelakan kita masih menggunakan manual, sekarang dengan metode TAA ini sudah canggih, menggunakan digital," ujar Kasi Lantas Subditgakum Bin Ditlantas Polda DIY, AKP Sukaryati, Senin (19/03/2018)

Menurutnya, metode canggih traffic accident analysis ini terbilang baru di jajaran kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bahkan, olah TKP Kecelakan di simpang empat Gramedia merupakan kali pertama penggunaan metode TAA pada tragedi kecelakaan di DIY.

"Ini semua alatnya baru. Mobilnya baru, timnya baru. Ini pertama kali kita gunakan metode TAA di DIY," terangnya.

Baca: Rekaman CCTV Detik-detik Kecelakaan Maut di Simpang Empat Gramedia Yogyakarta

Dalam metode TAA itu, tampak petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian dibantu dengan alat berupa drone untuk melakukan pemotretan dari udara dan DSD tool yang berbentuk silang.

"Cara kerjanya, kita lakukan pemotretan pada Dsd tool ini yang sudah diletakan pada titik terjadinya kecelakaan," terang dia.

"Kemudian hasil pemotretan itu di masukan pada pc software aplikasi TAA untuk dibuat menjadi animasi," terangnya.

Produk hasil dari metode TAA ini, lanjut AKP Sukaryati, nantinya berbentuk animasi bergerak yang akan menggambarkan awal mula kendaraan berjalan hingga akhirnya terjadi Kecelakan.

"Kita bisa mengetahui gambaran utuh. Sebelum, sesaat dan setelah terjadinya kecelakan," ungkap dia.

Animasi dari metode TAA nantinya akan menjadi rujukan pihak kepolisian saat menjalani persidangan. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved