Satpol PP Kota Yogya Segera Bisa Tutup Paksa Toko Moderen Ilegal dengan Perda Tibum

Satpol PP sebenarnya masih bisa menindak toko-toko tersebut karena sejatinya Perda HO belum dicabut.

Satpol PP Kota Yogya Segera Bisa Tutup Paksa Toko Moderen Ilegal dengan Perda Tibum
net
ilustrasi toko modern 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bagian Hukum Kota Yogyakarta memberikan penjelasan bahwa tidak ada kekosongan hukum untuk menindak toko moderen berjejaring ilegal pasca dianulirnya Perda tentang HO atau izin gangguan.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Yogyakarta, Basuki Hari Saksana menjelaskan bahwa Satpol PP sebenarnya masih bisa menindak toko-toko tersebut karena sejatinya Perda HO belum dicabut.

"Yang sebenarnya tidak kita berlakukan adalah pemberian izin HO. Kalau menurut kami seperti itu. Masih bisa pakai Perda HO. Alasan simpelnya karena Perda belum dicabut," tuturnya, Senin (19/3/2018).

Ia menjelaskan, sebelum Perda HO dianulir, urutan untuk mengurus izin adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin HO, dan izin teknis operasional yang salah satunya Izin Usaha Toko Moderen (IUTM).

"Setelah HO hilang, bukan berarti izin teknis tidak berlaku. Itu tetap berlaku," tegasnya.

Baca: Satpol PP Dituntut untuk Selalu Netral

Saat ini, lanjutnya, yang masih dalam kajian pihaknya adalah apakah dengan tidak adanya Perda HO maka penutupan paksa tidak berlaku lagi serta apakah Pemkot tidak punya kewenangan.

"Saya berpendapat tetap bisa menutup," bebernya.

Basuki menuturkan, pihaknya telah mengusulkan pencabutan Perda HO pada tahun ini.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved