Generasi Milenial Harus Investasi sejak Awal Bekerja

Delapan dari sepuluh karyawan milenial, yang lahir awal 1980 hingga pertengahan 1990, belum berinvestasi.

Generasi Milenial Harus Investasi sejak Awal Bekerja
IST
Ilustrasi Investasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Sudah hampir empat tahun bekerja sebagai karyawan swasta, Dian Hapsari tak kunjung berinvestasi. Padahal perempuan 26 tahun ini tahu betul, apa itu investasi.

Dian beralasan, dirinya sampai sekarang masih memikirkan risiko investasi. “Masih takut kena tipu juga. Takut penyedianya bodong,” kata Dian.

Pemikiran seperti Dian memang lumrah dan merupakan kekhawatiran banyak orang, terutama Generasi Milenial.

Menurut Melvin Mumpuni, Perencana Keuangan Finansialku.com, memang delapan dari sepuluh karyawan milenial, yang lahir awal 1980 hingga pertengahan 1990, belum berinvestasi.

Lima Penyebab

Menurut pengamatan Melvin, ada lima faktor yang membuat karyawan dari generasi Y masih enggan berinvestasi.

Baca juga : Satpam yang Punya Saham di Perusahaan Besar Ini Sangat Menginspirasi

Pertama, masih banyak karyawan milenial yang menganggap investasi hanya untuk orang kaya lantaran butuh modal besar. Bahkan, sebagian dari mereka menyatakan, gajinya kecil sehingga susah jika mau berinvestasi.

Kedua, banyak karyawan milenial yang berpikir risiko investasi tinggi. Memang, sangat jelas, semua produk investasi punya risiko.

Namun, Melvin menegaskan, tidak berinvestasi pun tetap berisiko bagi generasi Y. Misalnya, enggak bisa mengejar tujuan keuangan jangka panjang.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved