Breaking News:

Hindari Pemalsuan Tanda Tangan dengan Cara Digital

PrivyID menawarkan metode tanda tangan digital yang memiliki kekuatan pembuktian yang sama dengan tanda tangan basah seperti di kertas.

TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Marshall saat memberikan penjelasan mengenai tanda tangan digital di Antologi Collaborative Space Yogyakarta, Sabtu (17/3/2018). 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM - Sejago-jagonya menggores tanda tangan di atas kertas, pasti juga bisa dipalsukan.

Hal tersebutlah yang membuat Marshall Pribadi, CEO PrivyID beserta dua rekannya tahun 2016, membuat startup yang terfokus pada tanda tangan digital.

Marshall menjelaskan bahwa bukan hanya di Indonesia saja, kasus pemalsuan tanda tangan juga pernah dialami di berbagai negara.

Seringkali, pemalsu tanda tangan yang profesional sulit di deteksi palsu atau tidaknya.

Di Indonesia, pada Februari 2018  saja terdapat tiga kasus pemalsuan tanda tangan yang menjadi perhatian publik.

Seperti kasus pemalsuan akad kredit rumah oleh oknum bank di Makassar, dugaan pemalsuan tanda tangan oleh LO pasangan calon walikota di Kotamobagu, Sulawesi Utaram serta dugaan pemalsuan tanda tangan oleh warga negara Norwegia di Jakarta Utara.

“Karena terkadang ada bantuan mesin yang mana tebal, tipis maupun kemiringannya persis. Apalagi saat ini sudah ada di dunia digital, mau tidak mau kita harus kembangkan menjadi tanda tangan digital yang memakai matematika kriptografi,” terangnya, Sabtu (17/3/2018).

Marshall menjelaskan banyak yang mengganggap apa yang ada di kertas merupakan sesuatu yang otentik dan lebih asli.

Padahal tanda tangan digital, sudah lama diatur dalam hukum yang ada di Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved