Pertumbuhan Industri Besar di Sleman Lambat

Pelatihan wirausaha menjadi cara yang ditempuh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman

Pertumbuhan Industri Besar di Sleman Lambat
TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Kepala Disperindag Sleman, Tri Endah Yitnani 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pertumbuhan industri besar di Kabupaten Sleman cenderung lambat.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani.

Endah menjelaskan hingga saat ini baru ada 11 industri besar yang eksis di Sleman.

Angka tersebut tidak berubah sejak 2011 lalu.

"Industri-industri besar itu termasuk industri perdagangan berbentuk mall, industri teknologi produksi alat rumah sakit, juga garmen," jelasnya, Jumat (16/3/2018).

Pelatihan wirausaha menjadi cara yang ditempuh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman untuk menambah kuantitas pelaku industri kecil dan menengah.

Baca: Terkendala Regulasi, Investor Industri Kreatif Belum Dapat Masuk ke Yogyakarta

Sementara itu Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Sleman, Slamet Riyadi menjelaskan lambatnya pertumbuhan industri besar di Sleman karena memang kabupaten tersebut bukanlah kabupaten industri.

Yang berkembang justru usaha kecil dan menengah yang bergerak di sektor kerajinan dan panganan.

Data 2017 lalu dari 16.523 industri kecil dan rumah tangga memiliki nilai investasi sebesar Rp116 juta.

Sedangkan untuk industri menengah dan besar total investasinya sebesar Rp482 juta.

"Sleman industi kecil dan rumah tangga yang berkembang. Mulai dari batik, olahan makanan banyak sekali itu juga menyokong pariwisata," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved