Lipsus Warga Binaan Rutan

Kualitas Gizi Warga Binaan Harus Diperhatikan

Kebutuhan gizi seseorang menurut ahli gizi RSUP Dr Sardjito, Yeni Prawiningdyah didasarkan pada usia, status gizi dan aktivitas yang dilakukan

Kualitas Gizi Warga Binaan Harus Diperhatikan
Dok Agustiyar Ekantoro
Kegiatan tamping dapur saat menyiapkan makan siang untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II A Yogyakarta (13/3) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebutuhan gizi seseorang menurut ahli gizi RSUP Dr Sardjito, Yeni Prawiningdyah SKM MKes didasarkan pada usia, status gizi dan aktivitas yang dilakukan.

"Misalnya kalau orang biasa berbeda kebutuhan gizinya dengan seorang atlet angkat besi. Jadi status sosial, apakah dia seorang narapidana atau bukan kebutuhan gizinya tetap sama dengan catatan orang itu sehat," katanya, Selasa (13/3/2018).

Meskipun seseorang tersebut mengidap gangguan jiwa, kebutuhan gizi dengan orang normal juga tetap sama.

Kebutuhan gizi bukan didasarkan pada kondisi psikis seseorang.

Lain halnya ketika kebutuhan gizi tidak tercukupi dalam jangka panjang, kemungkinan bisa mempengaruhi kondisi psikis seseorang.

Baca: Makanan dari Luar Pasti Diobok-obok Sipir

Yeni melanjutkan, jika budget untuk pengadaan makan terbatas maka kualitas gizinya bisa jadi berkurang.

Apalagi ketika porsi sumber karbohidrat paling besar, dalam jangka lama bisa menimbulkan obesitas, karena kebutuhan serat yang berasal dari sayuran kurang.

"Solusinya adalah porsi karbohidrat bisa dikurangi dan diperbanyak ke sumber serat. Kalau seseorang dibiarkan berlama lama dengan kondisi kebutuhan gizi yang tidak seimbang maka bisa mempengaruhi psikis, tingkat emosional dan bisa juga kesehatannya terganggu," ungkapnya.

Yeni menegaskan, bila kesehatan warga binaan terganggu dan jatuh sakit ujungnya pemerintah juga yang menanggung beban biayanya. "Sebaiknya budget jatah makan perlu dikoreksi lagi supaya lebih baik dan bisa memenuhi kebutuhan gizi," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yudha Kristiawan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved