Kapolda DIY Imbau Pengemudi Taksi Online Tetap Patuhi Aturan

Kewajiban para pengemudi taksi online, seperti memasang tanda berupa stiker, kemudian SIM A Umum dan lain sebagainya, harus dipatuhi.

Kapolda DIY Imbau Pengemudi Taksi Online Tetap Patuhi Aturan
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa waktu lalu, Direktorat Jendral Perhubungan Darat melayangkan surat kepada Dinas Perhubungan DIY, terkait penghentian upaya penegakan hukum terhadap taksi online berbasis aplikasi, untuk sementara waktu.

Walau begitu, Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengimbau kepada seluruh pengemudi taksi online, khususnya di Yogyakarta, untuk mematuhi aturan yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017.

Dalam artian, lanjutnya, apa yang sudah menjadi kewajiban para pengemudi taksi online, seperti memasang tanda berupa stiker, kemudian SIM A Umum dan lain sebagainya, harus dipatuhi.

Pasalnya, ia menilai, aturan sudah sangat jelas.

Baca: Penetapan Kuota Taksi Online di DIY Masih Menunggu SK Gubernur

"Harus diikuti, itu sudah jadi ketentuan. Pro dan kontra memang selalu ada, tidak bisa dipungkiri. Tapi, di Yogyakarta saya optimis bisa berjalan dengan baik," katanya, saat dijumpai di Bangsal Kepatihan, Komplek Kantor Gubernur DIY, Kamis (15/3/2018).

Menurut Dofiri, hal tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan apa yang telah menjadi ketentuan, atau program pemerintah.

Dengan begitu, tambahnya, titik temu di lapangan bisa muncul, sehingga potensi timbulnya polemik dapat diantisipasi.

Baca: Driver Taksi Online di DIY Tidak Seluruhnya Kontra Permenhub 108/2017

"Dari satu sisi, ada keberatan dari pihak-pihak tertentu, terkait keberadaan taksi online ini. Tapi, kan sudah diatur sedemikian rupa. Salah satunya, ya harus punya SIM A Umum. Itu salah satunya, ya," ungkapnya.

"Kalau ada yang menolak itu, kemaren kan juga sudah disampaikan, ada subsidi untuk pembuatan SIM dan lain lain. Saya kira, ini dalam rangka, atau langkah untuk mensinkronkan," pungkas Dofiri. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved