Lipsus Warga Binaan Rutan

Kalapas Wajib Cicipi Makanan Tahanan

Saat warga binaan masuk, mereka memperoleh jatah dua potong pakaian, kotak makan yang disebut ompreng dan gelas.

Kalapas Wajib Cicipi Makanan Tahanan
Dok Agustiyar Ekantoro
Kegiatan tamping dapur saat menyiapkan makan siang untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas II A Yogyakarta (13/3) 

"Kalau dibandingkan makanan di luar jelas beda. Karena ada keterbatasan. Tetapi prinsipnya kami harus melayani. Makanan itu meskipun sedikit, kalau enak pasti ya habis. Daripada banyak tetapi nggak enak, malah terbuang," kata Agustiyar.

Harus mencicipi

Saat asyik menceritakan bagaimana pihaknya menyediakan makanan yang baik untuk seluruh warga binaan, pintu ruangannya tiba-tiba diketuk oleh Sekretaris Ka Rutan, Jaka.

Jaka masuk membawa piring yang sama dengan piring yang digunakan oleh warga binaan.

Piring tersebut kemudian dimasukkan ke dalam etalase.

Agustiyar menjelaskan, sebagai Kepala Rutan, ia berkewajiban mencicipi makanan yang disediakan untuk warga binaan.

"Saya cicipi, wajib itu. Jadi ya kalau makanan diracuni, ya saya yang mati duluan," kata Agustiyar, Selasa siang.

Baca: Kisah Penjaga Malam Rutan, Kerap Dengar Teriakan Tahanan Sampai Jarang Kumpul Bersama Keluarga

Agustiyar kemudian mengambil sebuah kotak makan plastik warna hijau muda.

Ia membuka tutupnya, kemudian menunjukkan pada Tribun Jogja isi kotak tersebut.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved