Inspiratif! Wanita Ini Tak Kenal Lelah Perjuangkan Hak Dasar Penyandang Disabilitas

Melalui organisasi yang ia dirikan sejak 2012 lalu ia mengadvokasi sistem layanan kursi roda dari California yaitu Global Mobility pada 2015.

TRIBUNJOGJA.COM / Arfiansyah Panji
Risnawati Utami, seorang aktivis hak-hak gender dan penyandang disabilitas yang juga pendiri dan direktur organisasi non profit Perhimpunan Ohana (Organisasi Harapan Nusantara) Indonesia di Kantornya Jalan Kaliurang Km 16,5, Pakem, Sleman, Kamis (15/3/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kesadaran berbagai pihak termasuk pemerintah akan hak-hak difabel di Indonesia masih sangat minim.

Alih-alih mengerti kebutuhan paling mendasar difabel, perhatian yang diberikan kepada difabel hanya sebatas pemenuhan kewajiban saja.

"Saya pengguna kursi roda susah mencari alat bantu sesuai kebutuhan yang sesuai ergonomi tubuh, nyaman, dan tidak berat dipakai atau istilahnnya alat dengan tumbuh bisa sinergi," ujar Risnawati Utami, seorang aktivis hak-hak gender dam penyandang disabilitas yang juga pendiri dan direktur organisasi non profit Perhimpunan Ohana (Organisasi Harapan Nusantara) Indonesia di Kantornya Jalan Kaliurang Km 16,5, Pakem, Sleman Kamis (15/3/2018).

Perempuan setengah baya yang bergelar master dari International Health Policy and Management at Brandeis University, USA serta Gelar Sarjana Hukum di Universitas Sebelas Maret tersebut merupakan penyandang tunadaksa sejak kecil.

Pada 2001 lalu, ia mulai berhenti menggunakan tongkat dan beralih ke kursi roda konvensional.

Namun, karena kursi roda konvensional tersebut jauh dari kata nyaman, ia merasa kesehatannya tidak semakin membaik.

"Alat bantu (kursi roda) itu punya koneksi pada organ dalam tubuh seperti tulang belakang, paru-paru, hingga jantung. Itu yang nggak pernah dipikir oleh para pembuat kursi roda," tegasnya.

Hal nyatanya tidak hanya ia rasakan sendiri namun juga dirasakan penyandang disabilitas lainnya.

Oleh karena itu, melalui organisasi yang ia dirikan sejak 2012 lalu ia mengadvokasi sistem layanan kursi roda dari California yaitu Global Mobility pada 2015.

Halaman
123
Penulis: app
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved