Perang Suriah
AS Ancam Gempur Pasukan Suriah di Ghouta
Wakil Tetap AS di PBB, Nikki Haley mengancam AS akan menggempur pasukan Suriah di Ghouta
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - Wakil Tetap AS di PBB, Nikki Haley mengancam AS akan menggempur pasukan Suriah di Ghouta jika Dewan Keamanan PBB tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan serangan ke kota itu.
Secara khusus, Nikki Haley merujuk serangan serupa yang dilakukan pasukan udara AS ketika muncul laporan Suriah menggunakan gas kimia saat menyerang paskan pemberontak di Idlib. Klaim sepihak yang didasarkan laporan kelompok White Helmets.
Kelompok White Helmets mengklaim pihak independen yang bekerja untuk kemanusiaan. Kelompok ini dibentuk seorang warga Inggris, eks tentara Kerajaan Inggris. Belakangan diketahui anggota White Helmets identik dengan mlisi-milisi bersenjata dukungan barat.
Lebih lanjut dalam sidang DK PBB, Senin (12/3/2018), Haley menuduh Rusia dan Suriah tidak punya keinginan untuk menghormati gencatan senjata yang diputuskan DK PBB selama 30 hari.
"Mereka (Rusia-Suriah) sudah merencanakan ini. Mereka sibuk menuduh kelompok oposisi di Ghouta sebagai teroris, dan tidak memberi kesempatan operasi militer guna menumpas Al Qaeda dan ISIS.
Sikap Haley ini bertolak belakang dengan fakta di Ghouta timur, tempat berkumpulnya kelompok- kelompok militan Jaish al-Islam, Hayat Tahrir al-Sham atau Jabhat Nusra yang sesungguhnya identik dengan jaringan Al Qaeda.
Kelompok ini selama ini mendapat suplai dana dan logistik dari negara-negara asing, terutama koalisi AS, Arab, Turki dan Israel. Termausk juga dana-dana yang dikumpulkan dari berbagai negara di dunia.
Saat ini, pasukan Suriah didukung Rusia, telah mengontrol sebagian besar Ghouta timur. Kota itu dipecah menjadi tiga bagian. Kelompk-kelompok militan kini terkepung di distrik Douma dan Harasta.
Menanggapi tuduhan Haley, Wakil Tetap Rusia di PBB, Vassily Nebenzia menegaskan para petempur di Ghouta tak bisa dilepaskan dari kelompok-kelompok teroris.
Menurut Vassily, mereka terkoordinasi dalam satu rantai komando dengan Jabhat al-Nusra. Mereka ini yang disebut kelompok oposisi oleh pihak AS dan mendapat dukungan luas.
Nebenzia balik menuduh kelompok Jabhat al-Nusra menggunakan zat klorin di Ghouta timur. Serangan gas kimia itu merupakan aksi tipuan, guna memberi legitimasi pasukan asing mengintervensi Suriah.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wakil-tetap-as-di-pbb-nikki-haley_20180313_090046.jpg)