Timnas Panjat Tebing Indonesia Targetkan 5.40 Detik di World Cup Speed Climbing

Timnas Panjat Tebing Indonesia menargetkan kemenangan dalam gelaran World Cup Speed Climbing yang akan digelar April ini di Moskow, Rusia.

Tayang:
Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi meninjau atlet yang sedang mengikuti pelatnas panjat tebing di arena panjat tebing, Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, Senin (12/3/2018). Menpora memberikan suntikan semangat kepada para atlet yang tengah mengikuti pemusatan latihan guna persiapan menghadapi Asian Games 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Timnas Panjat Tebing Indonesia menargetkan kemenangan dalam gelaran World Cup Speed Climbing yang akan digelar April ini di Moskow, Rusia.

Event dunia tersebut akan menjadi ajang pemanasan atlet Indonesia sebelum bertanding di Asian Games 2018.

Pelatih pelatnas panjat tebing, Hendra Basir mengatakan meski menargetkan juara, namun pihaknya tidak fokus pada perolehan medali.

Pasalnya keikutsertaan timnas dalam World Cup Speed Climbing tersebut bertujuan untuk perbaikan rekor yang dicapai atlet Indonesia di nomor Speed Climbing.

"Medali itu bonus, yang terpenting bagi kami adalah peningkatan rekor dari World Cup series sebelumnya," paparnya ditemui di vanue panjat tebing Mandala Krida, Senin (12/3/2018).

Baca: Kunjungi Atlet Pelatnas Panjat Tebing, Menpora Optimis Indonesia Akan Berjaya di Asean Games 2018

Menurutnya pada World Cup Speed Climbing di Xiamen, Tiongkok Oktober lalu, timnas menembus rekor 5,70 detik di perorangan putra dan 7,65 detik di nomor perorangan putri.

Pada series Moskow, Hendra menargetkan bisa mencapai 5,40 detik untuk putra dan 7,3 untuk putri.

"Dari progres latihan sangat baik, bahkan bisa melebihi world record. Kami harapkan statistiknya tidak jauh dari itu di world cup nanti," katanya.

Ia menjelaskan pihaknya memang memperbanyak kompetisi bagi atlet timnas panjat tebing.

Pihaknya ingin atlet Indonesia meraih banyak kemenangan sebelum menghadapi Asian Games.

Baca: Asian Games 2018 - Imam Nahrawi: Persiapan Infrastruktur 95 Persen

"Tujuannya untuk angkat mental mereka, tapi di sisi lain kami juga ingin progres terus naik. Jika menang terus tapi progresnya tidak naik ya sama saja," ungkapnya.

Pelatih kepala pelatnas panjat tebing, Caly Setiawan mengatakan usai mengikuti World Cup Speed Climbing di Moskow, pihaknya langsung menggelar training camp di Rusia dan Tiongkok.

Kegiatan tersebut akan menjadi even latihan terakhir di luar negeri.

"Selanjutnya pemusatan latihan dilanjutkan di Yogyakarta. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pemusatan di Palembang," kata dia.

Digelarnya pemusatan latihan di Palembang tersebut dianggap penting untuk adaptasi atlet sebelum Asian Games.

Meski begitu, Caly masih menunggu kesiapan vanue di Palembang.

Baca: Terinspirasi Sang Kakak, Atlet Ini Seriusi Cabor Panjat Tebing

"Rencanya setelah lebaran, sekitar Juli. Tapi nanti akan dilihat dulu kesiapannya. Secara umum memang tidak ada perbedaan, tapi untuk penting adaptasi atlet," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora) Imam Nahrowi yang meninjau langsung pelatnas panjat tebing di Mandala Krida mengatakan Asian Games tahun ini merupakan kesempatan emas bagi Indonesia.

Selain sebagai tuan rumah, kontingen Indonesia mendapatkan kesempatan awal untuk mengintip vanue yang akan digunakan.

"Sebagai tuan rumah, kita tentunya mendapatkan keuntungan lebih dulu melihat vanue. Selain itu dengan menjadi tuan rumah, kita mendapatkan keuntungan dukungan dari keluarga," ungkap Nahrowi. (TRIBUNJOGJA.COM) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved