Lipsus Tunjangan Pegawai Pemkot Yogya

Wawali Kota Yogya Janji Bakal Perbaiki Parameter Kinerja

Penilaian dengan sistem baru nanti akan menunjukkan apa yang dilakukan setiap harinya bisa terekam dan bisa memberikan variabel berbeda tiap orang.

Wawali Kota Yogya Janji Bakal Perbaiki Parameter Kinerja
NET
ilustrasi

TRIBUNJOGJA.COM - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa dalam penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai prosentase yang paling besar ada pada presensi yakni sebesar 60 persen.

Walau demikian, ia berjanji bahwa penilaian dengan porsi presensi besar tidak akan berlangsung lama.

"Penilaian presensi 60 persen itu adalah sistem yang kita terapkan saat ini. Tidak akan lama. Setidaknya hanya digunakan tiga bulan, Januari hingga Maret. Selanjutnya akan dinilai dengan sistem yang telah kita perbaiki," ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (6/3/2018).

Ia berjanji bahwa nanti ketika sistem penilaian telah diperbaiki, maka akan menunjukkan reward kepada mereka yang bekerja dengan baik dan bisa menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan memiki kontribusi pada kinerja mereka sendiri, OPD, dan kinerja Pemerintah Kota.

"Tiga level untuk ukurannya yakni kinerjanya pribadi, kinerja OPD, dan kontribusinya terhadap program strategis Pemkot. Tetapi itu nanti masih ada variabel-variabel lainnya," tambahnya.

Heroe menjelaskan bahwa penilaian dengan sistem baru nanti akan menunjukkan apa yang dilakukan setiap harinya bisa terekam dan bisa memberikan variabel berbeda tiap orang.

Penyempurnaan penghitungan TPP ke depan akan didasarkan pada presensi, kinerja organisasi, hukuman disiplin, inovasi OPD, realisasi program unggulan sesuai misi Walikota/ Wakil Walikota dalam RPJMD, Prestasi OPD, aktifitas harian pegawai dan efisiensi anggaran berbasis capaian outcome.

"Nanti presensi akan jauh turun tidak 60 persen. Yang kita dorong kinerja dan prestasi. Kalau presensi sudah include di gaji. Ini skema lama yang sekarang dipakai dan akan diperbaiki," janjinya.

TPP ini, ujarnya, merupakan tunjangan yang digunakan untuk memacu prestasi sekaligus meningkatkan pendapatan PNS. 

"Jangan sampai tambahan ini tidak menunjukan kenaikan kinerja pekerja. Intinya satu dan yang lain ada rasa tidak adil akan selalu kita perbaiki sampai mencapai keadilan," tutupnya. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved