Kelola Tantrum, Fase Baik Perkembangan Emosi Anak

Orangtua tak perlu khawatir jika tantrum si anak masih dalam batas wajar.

Kelola Tantrum, Fase Baik Perkembangan Emosi Anak
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Panik hingga turut terpancing emosi, kedua hal tersebut tak jarang dialami oleh orangtua saat menghadapi buah hati mereka yang sedang tantrum.

Ya, tantrum atau kemarahan dengan amukan karena ketidakmampuan mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata ini lumrah terjadi pada anak-anak usia 1,5-4 tahun.

Diungkapkan oleh psikolog tumbuh kembang anak RSUP dr Sardjito, Dwi Susilawati, tantrum merupakan tahap perkembangan anak yang wajar.

Menurutnya, munculnya tantrum karena daya pikir si anak yang telah meningkat.

"Ini perkembangan yang wajar. Tandanya si anak sudah memiliki pemikiran yang berbeda dari orang di sekitarnya," jelas Dwi saat ditemui Tribun Jogja beberapa waktu lalu.

Orangtua tak perlu khawatir jika tantrum si anak masih dalam batas wajar.

Dwi memaparkan batas tantrum dianggap berlebihan yakni saat si anak mengekspresikan emosinya dengan tindakan menyakiti diri atau orang lain.

Durasi tantrum normalnya kurang dari tiga kali sehari, menurut Dwi.

"Usia si anak menentukan lamanya frekuensi. Kalau sudah lebih dari lima menit menangis, orangtua baiknya mempertimbangkan antisipasi gangguan pada emosi anak," jelasnya.

Tantrum pada anak, menurut Dwi, pada dasarnya sama dengan marah pada orang dewasa.

Halaman
123
Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved