Ganda Denmark Masih Incar Gelar Ke-3 All England meski Sudah Berusia 37 Tahun

Pebulu tangkis ganda putra Denmark, Mathias Boe, berharap bisa kembali membawa pulang gelar All England 2018 .

Editor: Hari Susmayanti
MIGUEL MEDINA/AFP PHOTO
Pasangan ganda putra Denmark, Mathias Boe (depan)/Carsten Mogensen, saat menjalani pertandingan melawan Nipitphon Phouangphet/Bodin Isara (Thailand) pada babak final Prancis Terbuka di Stadion Pierre de Coubertin, Paris, Minggu (30/10/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pebulu tangkis ganda putra Denmark, Mathias Boe, berharap bisa kembali membawa pulang gelar All England 2018 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Maret di Birmingham Arena, Inggris.

Boe bersama tandemnya, Carsten Mogensen sebelumnya meraih titel All England pada 2011 dan 2015.

Pada 2016, Boe/Mogensen absen mengikuti turnamen bulu tangkis tertua tersebut setelah Mogensen menjalani proses pemulihan dari operasi otak.

Mogensen mengalami pembengkakan pembuluh darah di bagian otak kanan yang menghambat aliran darah ke otak saat saat membela negaranya pada Kejuaraan Beregu Eropa di Rusia, Februari 2016.

Setahun berikutnya, Boe/Mogensen tersingkir pada babak pertama setelah kalah dari Lu Kai/Zheng Siwei(China).

Meski sudah berusia 37 tahun, Mogensen masih mengidamkan gelar All England.

"All England adalah turnamen favorit kami dan kami sangat bersemangat untuk datang ke Birmingham," kata Boe seperti dilansir BolaSport.com dari laman resmi All England.

"Kami sudah sering bermain di sana, tetapi saya tetap antusias merasakan momen mendebarkan yang harus dihadapi selama pertandingan," ucap Boe.

Boe juga mengaku senang sudah mengoleksi dua titel All England bersama Mogensen.

"Namun, meraih gelar All England untuk ketiga kalinya adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Sebagai seorang anak, Anda selalu melihat All England sebagai turnamen yang besar," kata Boe.

"All England adalah turnamen yang ingin kami menangi setelah kejuaraan dunia dan Olimpiade," aku Boe.

Boe/Mogensen tercatat sudah lima kali mencapai semifinal All England, satu kali sebagai runner-up pada 2010, dan naik podium kampiun sebanyak dua kali.

"Saya tidak tahu apakah itu membantu kami. Apa yang pernah dicapai bisa membuat kami sedikit tenang, tetapi pada saat bersamaan bisa membuat Anda merasa malas dan terlalu rileks. Jadi, tergantung bagaimana kesiapan mental dalam menghadapi turnamen ini," ujar Boe.

"Kami tidak muda lagi, tapi kami masih sangat lapar gelar. Setiap kali kami bermain di turnamen, kami ingin selalu memenanginya, termasuk All England tahun ini," aku Boe.

Menurut Boe, menjadi juara All England adalah impian semua pebulu tangkis

"Semua orang merasa bahwa meraih gelar All England adalah salah satu hal yang menarik dari musim ini," ucap Boe.

Pasangan peringkat kedua dunia ini akan memulai perjalanan di All England dengan menghadapi Chung Eui-seok/Kim Duk-young (Korea Selatan) pada babak pertama. (*)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved