Target Pembebasan Lahan di Pasar Seni Gabusan Rampung Tahun Ini

Informasi yang didapat, saat ini tahapan dalam penataan PSG adalah pembebasan lahan.

Target Pembebasan Lahan di Pasar Seni Gabusan Rampung Tahun Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Pasar Seni Gabusan (PSG) yang kini semakin sepi pengunjung. Rencananya lokasi ini akan dijadikan Taman Budaya. Foto diambil Rabu (7/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pihak Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul kabarnya menjadi pihak yang mendapat mandat dari bupati untuk ikut menyusun master plan penataan lokasi Pasar Seni Gabusan (PSG).

Informasi yang didapat, saat ini tahapan dalam penataan PSG adalah pembebasan lahan.

"Aset di atas PSG milik Pemkab tapi tanahnya milik kas desa, untuk bisa dikelola Pemkab sepenuhnya maka harus dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu. Saat ini kita sudah menuju ke sana," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Bantul, Isa Budi Hartomo, Rabu (7/3/2018).

Menurut Isa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan perangkat Desa Timbulharjo sebagai pemilik lahan PSG.

Garis besarnya, pihak desa merestui proses pembebasan lahan.

Hanya saja, masih dilakukan pengumpulan dokumen sebagai syarat proses pembebasan lahan ini berjalan.

Baca: Barang Kerajinan di Pasar Seni Gabusan Sering Hilang

"Hari ini (Kamis) kami akan bertemu dengan pihak desa dan kecamatan dalam rangka pengumpulan dokumen ini. Setelah itu masih ada beberapa tahap sampai lahan bisa benar-benar bebas. Yang jelas tahun 2018 ini target pembebasan lahan PSG ini rampung," kata Isa.

Dana untuk pembebasan lahan sendiri menurut Isa bersumber dari Danais dengan pengajuan mencapai Rp 38 M.

Setelah pembebasan lahan usai tahun 2018 ini, proses pembangunan fisik akan dilakukan pada 2019.

Dan konsep yang diambil adalah Taman Budaya sebagai pengganti PSG.

"Bukan lagi PSG yang identik sebagai sentra kerajinan, tapi taman budaya. Budaya di dalamnya tidak hanya pada budaya tradisional seperti tari atau wayang. Budaya modern seperti paduan suara atau pertunjukkan musik bisa masuk, yang jelas Taman Budaya ini multifungsi," kata Isa. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: sus
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved