Bisnis
Rupiah Menguat, Industri Pariwisata Yogya Masih Stabil
Naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam beberapa pekan terakhir memang memberi dampak berbeda beda terhadap pelaku industri di tanah air.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam beberapa pekan terakhir memang memberi dampak berbeda beda terhadap pelaku industri di tanah air.
Bagi sebagian pelaku industri pariwisata, fluktuasi nilai tukar dolar terhadap rupiah memang tidak berpengaruh secara signifikan.
Meskipun bagi wisatawan mancanegara naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini menguntungkan karena paket wisata menjadi lebih murah dengan kurs yang berlaku saat ini, namun belum berpengaruh secara signifikan terhadap kunjungan dalam masa low season ini.
Hal ini disampaikan Ketua Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY, Udhi Sudiyanto, Rabu (7/3/2018).
Udhi menjelaskan, sebaliknya, pihaknya memberikan pengertian bagi mereka yang hendak berwisata ke luar negeri atau untuk perjalanan lain untuk membekali uang saku yang lebih mengingat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih terjadi.
"Sampai saat ini masih normal dan belum ada laporan pembatalan mereka yang keluar negeri karena pengaruh nilai tukar ini," ujar Udhi.
Lanjut Udhi, terhadap fenomena naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar ini pihaknya berharap nilai tukar bisa stabil sehingga para pelaku industri wisata bisa lebih mudah menentukan harga jual untuk paket wisata.
Senada diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istijab Danunagoro, bahwa saat ini masa low season bagi dunia penginapan dan perhotelan belum berakhir.
Menurut Istijab di satu sisi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar ini memang berpotensi membuat kunjungan wisatawan mancanegara meningkat.
Namun di satu sisi, ketika nilai tukar tak stabil maka bisa mengancam kondisi industri pariwisata tanah air, khususnya Yogyakarta yang sebenarnya sudah memiliki potensi besar untuk berkembang.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar kami harapkan cepat stabil agar para pelaku industri pariwisata bisa leluasa mengolah potensi mereka tanpa terbentur soal naik turunnya nilai tukar rupiah ini. Untuk okupansi saat ini masih di angka sekitar 45 persen average di masa low season ini," terang Istijab. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rupiah-naik-tipis_20151005_182721.jpg)