Tato Tertua di Dunia Berusia 5.200 Tahun

Para ilmuwan telah menemukan tato tertua di dunia yang tersembunyi pada mumi Mesir Kuno yang selama 100 tahun dipajang di British Museum

Tato Tertua di Dunia Berusia 5.200 Tahun
IST
Tato di lengan mumi yang ada di British Museum 

TRIBUNJOGJA.COM - Para ilmuwan telah menemukan tato tertua di dunia yang tersembunyi pada mumi Mesir Kuno yang selama 100 tahun dipajang di British Museum.

Sebelumnya, karya ilmiah dan pengunjung museum telah melihat noda gelap yang samar di lengan kanan pria tersebut.

Namun, baru-baru ini, tes inframerah mengungkapkan bahwa tanda tersebut adalah tato yang menggambarkan dua binatang: yakni, banteng liar raksasa dan kambing liar Afrika Utara.

Sepertinya, pria tersebut menggunakan tatonya untuk memberikan kesan jantan, kuat, dan macho. Pada masa kuno, kedua jenis hewan itu sering dikaitkan dengan kekuatan, kejantanan, dan kesuburan pria.

Tato di lengan mumi yang baru diungkap para ilmuwan
Tato di lengan mumi yang baru diungkap para ilmuwan ()

Kedua hewan tersebut ditato ke lengan pria sekitar 5200 tahun yang lalu. Pengujian seni menunjukkan bahwa tato dibuat dengan pigmen berbasis karbon, kemungkinan dari jelaga.

Banteng yang digambarkan di tato itu mewakili spesies banteng liar raksasa, aurochs, yang sekarang sudah punah. Mereka sangat ditakui, dikagumi, dan sering dipuja di seluruh dunia.

Aurochs menjadi pelopor banyaknya legenda banteng besar di zaman purba – misalnya cerita Cretan Minotaur, Mesopotamian Bull of Heaven dan Anatolian.

Pada kepercayaan Mesir Kuno, ada tiga dewa banteng yang menyimbolkan kesuburan dan perang.

Hewan lainnya di tato, makhluk seperti kambing itu diketahui sebagai domba Barbary. Mereka juga sering dikaitkan dengan kejantanan pria.

Di zaman purba, hewan ini dihubungkan dengan seksualitas maskulin. Dalam mitologi Yunani, mereka digambarkan sebagai Pan yang erotis, dewa alam liar.

Koleksi mumi yang dipamerkan di British Museum
Koleksi mumi yang dipamerkan di British Museum ()
Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved