Hingga Februari, 24 Kasus DBD Terjadi di Sleman

Hingga bulan Februari lalu, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman mencapai 24 kasus.

Hingga Februari, 24 Kasus DBD Terjadi di Sleman
net
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hingga bulan Februari lalu, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sleman mencapai 24 kasus.

Meski begitu angka tersebut masih jauh lebih rendah dibanding kasus DBD tahun lalu yang sudah mencapai 56 kasus di bulan Februari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sleman Iriansyah, Minggu (4/3/2018).

"Sampai bulan Februari kemarin angka DBD di Kabupaten Sleman ada 24 kasus. Di waktu yang sama tahun kemarin, pada bulan Februari sudah mencapai 56 kasus," jelas Iriansyah.

Baca: Gejala Penyakit Langka Kawasaki Mirip Demam Berdarah, Begini Kisah Seorang Bocah yang Terjangkit

Lanjutnya, dengan adanya Kelompok Operasional (Pokjanal) DBD Kabupaten Sleman dapat mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan DBD.

Berkat kerjasama dari berbagai pihak, angka DBD di Kabupaten Sleman pada awal 2018 pun menunjukkan penurunan.

Sementara itu, Dulzaini, selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Sleman, menuturkan untuk menanggulangi DBD, Pokjanal DBD Kabupaten Sleman melakukan kegiatan monitoring Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemantauan Jentik Berkala (PJB), Jumat (2/3/2018).

Monitoring tersebut dilakukan di Dusun Kaweden, Kelurahan Tirtoadi, Kecamatan Mlati dan Dusun Ngangkrik, Desa Triharjo, Kecamatan Sleman.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved