Fraksi Golkar DPRD DIY Soroti Polemik Tumpukan Limbah B3 di Rumah Sakit

Konon, limbah B3 yang dihasilkan tersebut, seringkali dibiarkan menumpuk di kawasan rumah sakit.

Fraksi Golkar DPRD DIY Soroti Polemik Tumpukan Limbah B3 di Rumah Sakit
tribunnews.com
ilustrasi limbah medis 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD DIY, menyoroti salah satu Indikator Kerja Utama (IKU), yang telah dirumuskan untuk mengukur capaian visi dan misi RPJMD DIY 2017-2022, yakni Indeks Kualitas Lingkungan Hidup.

Anggota Fraksi Golkar DPRD DIY, Suwardi, mengatakan, terkait masalah lingkungan hidup, DIY sejatinya memiliki beberapa peraturan daerah (Perda).

Di antaranya, Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Akan tetapi, menurutnya, hal itu belum disinggung pada Rancangan Akhir RPJMD DIY 2017-2022.

Pihaknya pun menilai, Perda tersebut, merupakan salah satu, dari sekian banyak produk hukum, yang sejauh ini belum terimplementasikan dengan baik.

"Berdasar data yang kami peroleh, banyak instansi, atau industri penghasil limbah di DIY, yang belum melakukan pengelolaan limbah B3 dengan semestinya," katanya, Minggu (4/3/2018).

Baca: BGR Angkut 79.800 Kg Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Pupuk

Termasuk juga di antaranya, puluhan rumah sakit di wilayah DIY, yang belum melakukan pengelolaan limbah B3 secara baik.

Konon, tambah Wardi, limbah B3 yang dihasilkan tersebut, seringkali dibiarkan menumpuk di kawasan rumah sakit.

"Kalau info ini benar, maka akan sangat membahayakan lingkungan hidup di sekitar rumah sakit," tukas pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi D DPRD DIY itu.

Halaman
12
Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved