Penurunan Harga Telur dan Daging Ayam Ras Pengaruhi Deflasi di Yogya

Penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras mendorong penurunan tekanan inflasi volatile food saat ini.

Penurunan Harga Telur dan Daging Ayam Ras Pengaruhi Deflasi di Yogya
www.alodokter.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bulan Februari menjadi bulan perdana kondisi perekonomian DIY tahun ini yang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

Deflasi memang jarang terjadi lantaran faktor penyebab inflasi cenderung lebih banyak dibandingkan faktor penyebab deflasi.

Menurut catatan Bank Indonesia Perwakilan DIY, berkurangnya tekanan inflasi di seluruh komponen mempengaruhi penurunan inflasi dengan penurunan terbesar terjadi pada komponen volatile food, diikuti dengan administered prices dan inti.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budi Hanoto melalui keterangan rilisnya, Sabtu (3/3/2018).

Budi menjelaskan, komponen volatile food tercatat mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (mtm), dengan andil sebesar 0,09 persen (mtm) yang menurun tajam dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,03 persen (mtm).

Selanjutnya, penurunan harga daging ayam ras dan telur ayam ras mendorong penurunan tekanan inflasi volatile food saat ini.

Menurut analisa BI, produksi yang kembali berlimpah serta lancarnya distribusi menjadi faktor pendorong koreksi harga ke dua bahan pangan tersebut.

"Harga telur ayam ras dan daging ayam ras tercatat pada Pusat Informasi Harga Strategis (PIHPS) Nasional (hargapangan.id) mengalami penurunan sekitar Rp 2000 bila dibandingkan harga bulan sebelumnya," ujar Budi.

Untuk harga telur ras tercatat sebesar Rp 20.900 perkilogram pada bulan Februari 2018, menurun dibandingkan rata-rata harga Januari 2018 yang mencapai Rp 22.000.

Sedangkan untuk harga daging ayam ras tercatat sebesar Rp 32.700 perkilogran pada bulan Februari 2018 juga mengalami penurunan bilangan dibandingkan harga pada bulan Januari 2018 sebesar Rp 34.300 perkilogram.

Budi menambahkan, sementara itu, adanya kenaikan harga bawang merah disebabkan berkurangnya stok di tengah masih berlangsungnya musim tanam.

Pun demikian dengan harga beras yang masih cenderung naik lantaran musim panen raya baru diperkirakan baru akan berlangsung di bulan Maret ini. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved