Perempuan Kanada Ini Dituntut Rp 1 Miliar, Penyebabnya: Mengeritik Jepretan Fotografer

Emily Liao menghabiskan setahun waktunya untuk mengunggah komentar hinaan terkait layanan dari perusahaan fotografi Amara Wedding.

Editor: Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, OTTAWA - Denda sebesar 89 ribu dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 1,2 miliar harus dibayar oleh seorang pengantin perempuan di Kanada karena melontarkan kalimat penyerangan secara online kepada fotografer.

Dilansir dari BBC, Jumat (2/3/2018), Emily Liao menghabiskan setahun waktunya untuk mengunggah komentar hinaan terkait layanan dari perusahaan fotografi Amara Wedding.

Hakim menyatakan, Liao telah menyerang pemilik bisnis tersebut karena dimotivasi dengan kebencian karena kecewa dengan hasil foto pra-nikah.

Hakim Agung Gordon Weathrill mengatakan, keputusannya pada 22 Februari 2018 menunjukkan Liao gagal membuktikan rasa ketidaksukaannya itu dapat dibenarkan.

Sementara, Amara Wedding telah mengalami kerugian secara finansial sejak Liao menghujani perusahaan itu dengan komentar buruk dan harus gulung tikar pada Januari 2017.

Baca: Fotografer Ini Mengaku Menemukan Hutan Sepatu Misterius Tanpa Sengaja, Ini Bukti Penampakannya!

Dalam serangkaian unggahan di akun media sosial dalam bahasa Inggris dan bahasa China, Liao menuduh Amara Wedding dan pemiliknya, Kitty Chan, karena dianggap telah berbohong kepada konsumen.

Masalah itu muncul ketika Liao tidak menyukai hasil foto pra-nikah yang diambil seorang fotografer lepas profesional yang bekerja di Amara Wedding.

Kemudian, Liao dan suaminya menghentikan pembayaran terhadap perusahaan tersebut.

Namun, Amara Wedding tetap menyediakan riasan, fotografi, bunga, dan MC sesuai dengan kontrak perjanjian.

Pembatalan kontrak Chan menawarkan pengembalian sejumlah biaya yang telah dibayarkan oleh Liao dan suaminya dan membatalkan kontrak.

Baca: Fotografer Yoga Angkat Tema Pluralitas dalam Pameran Membingkai Gus Dur Membingkai Indonesia

Namun, Liao menolaknya dan membawa Chan ke pengadilan pada Agustus 2015 dengan tuduhan melanggar kontrak.

Liao kemudian mengunggah komentar penghinaan terhadap layanan dari Amara Wedding.

Gugatan yang diajukan Liao justru dimenangkan oleh Chan, dan dia mengunggah permintaan maaf di media sosial.

Namun, apa yang dilakukan oleh Liao selama ini telah merusak keberlangsungan bisnisnya.

"Saya ingin membuktikan kepada orang-orang, mereka harus menghadapi konsekuensi ketika mengatakan sesuatu di internet," kata Chan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kritik Hasil Jepretan Fotografer, Perempuan Kanada Didenda Rp 1 Miliar"

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved