Breaking News:

Mirip First Travel, Abu Tours Diduga Lakukan Penipuan, 400 Jemaah Terancam Gagal Umroh

Calon jemaah harus menambah biaya Rp 15 juta jika ingin diberangkatkan sekitar 1-3 bulan ke depan.

Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto Pangaribowo
Perwakilan calon jemaah yang terancam gagal mengadu ke Lembaga Ombudsman DIY, Jumat (2/3/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM - Belum lepas ingatan masyarakat mengenai kasus penipuan agen umroh dan haji First Travel.

Modus yang hampir serupa juga dilakukan Abu Tours yang berkantor di Jalan Magelang, Yogyakarta.

Dugaan penipuan semakin tercium sejak kantor Abu Tours tutup sejak Januari lalu dan tidak lagi bisa dihubungi.

Akibatnya, kurang lebih 400 jemaah umroh asal Yogyakarta dan sekitarnya terancam gagal berangkat ke tanah suci.

Seorang calon jemaah, Sartono (65) mengaku sudah membayar lunas biaya keberangkatan umroh sebesar Rp 16 juta.

"April saya mendaftar sebagai calon jemaah umroh, saya tahu Abu Tours dari teman-teman dan spanduk yang mereka pasang. Saya mendapat harga promo sebesar Rp 16 juta. Saat itu standar harga minimal dari pemerintah adalah Rp 18 juta. Di kuitansi pembayaran, ada kata-kata didiskon, diskonnya sebesar Rp 4,5 juta. Jadi jika ditotal sudah di atas harga yang ditetapkan pemerintah saat itu," terang warga Magelang ini.

Seiring berjalannya waktu, Sartono sempat mempertanyakan izin usaha yang sudah habis kepada Abu Tours Yogyakarta.

"Saya lihat izin usahanya sudah habis dan saya mempertanyakan itu. Tidak berapa lama kami dikirimi izin usaha biro itu keluar. Setelah izin biro itu keluar kami menanyakan kembali kapan kami akan diberangkatkan karena kami sudah bayar lunas. Jawaban dari pihak Abu Tours adalah Januari tanggal 18," terangnya kembali.

Ia menyebut, jika calon jemaah menanyakan kapan diberangkatkan jawaban mereka selalu mundur dari tanggal yang sudah ditetapkan.

Pada tanggal 6 Januari, Sartono dan calon jemaah lain diundang di gedung dekat masjid UGM untuk melakukan manasik.

Setelah kegiatan manasik, ia diberitahu bahwa jadwal keberangkatan Umroh yang awalnya 18 januari mundur ke tanggal 10 Februari.

Laki-laki itu tidak kehabisan akal, ia menanyakan langsung ke kantor pusat Abu Tour yang berada di Makassar.

Dari info yang diperoleh, Abu Tour memberikan dua opsi pada calon jemaahnya.

Pertama, calon jemaah harus menambah biaya Rp 15 juta jika ingin diberangkatkan sekitar 1-3 bulan ke depan.

Kedua, calon jemaah harus menambah biaya Rp 7-9 juta dengan waktu keberangkatan satu tahun mendatang, tetapi harus mengajak dua orang.

Saat ini, Kantor Cabang Abu Tour yang berada di Jalan Magelang tutup.

Ditutupnya kantor ini pun disertai penyegelan listrik dari PLN yang diketahui dari surat keterangan yang tertempel di meteran listrik bahwa kantor ini didenda Rp 2.218.710 karena terlambat bayar listrik.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved