Okupansi Hotel di DIY Capai 55 Persen
Setelah Jogjavaganza,pelaku industri pariwisata di Yogya siap menggelar event berskala internasional.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Okupansi hotel dan penginapan di Yogyakarta di masa low season saat ini mencapai 55 persen secara rata-rata.
Beragam upaya dilakukan oleh pemangku kepentingan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Yogyakarta sehingga okupansi hotel juga bisa meningkat.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro.
Menurut catatannya, program Jogja Heboh yang digelar selama bulan Februari 2018 kemarin mendapatkan hasil yang tidak maksimal.
Program Jogja Heboh hanya mampu menggenjot kunjungan sebesar 5 persen saja.
Menurut analisis Istidjab, capaian Jogja Heboh yang kurang maksimal ini salah satunya disebabkan oleh kerjasama yang belum maksimal dan sinkron dengan pihak maskapai.
Pihak airlines yang memiliki direct flight ke Yogyakarta masih belum maksimal mendorong wisatawan menikmati paket wisata yang ditawarkan melalui program Jogja Heboh tersebut.
"Meski Jogja Heboh tak sukses menggaet wisatawan, melalui program Jogjavaganza semoga lebih maksimal. Kemarin Jogjavaganza mendatangkan para buyer, sekitar 120 buyer dari anggota ASITA seluruh Indonesia sudah bersedia menggaet wisatawan dari daerahnya masing-masing untuk diajak berkunjung ke berbagai destinasi wisata di DIY," terang Istidjab.
Lanjut Istijab, setelah Jogjavaganza, para pelaku industri pariwisata di Yogya bersiap siap menggelar event berskala internasional sengaja bagian dari promosi wisata.
Melalui program Jogja Internasional Travel Mart yang bakal digelar kira kira bulan Mei, wisatawan mancanegara menjadi target pasarnya.
"Melalui Jogja Internasional Travel Mart nanti wisatawan dari Singapura, Malaysia hingga Jepang bakal menjadi target pasarnya. Ini bakal lebih luas lagi pasarnya, sehingga optimis bisa mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi berlibur ke Yogya," terang Isitdjab. (*)