20% Kecelakaan di DIY Libatkan Anak-anak, Polda DIY Tingkatkan Sinergi dengan Sekolah

Angka kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur di wilayah DIY cukup tinggi, sekitar 15-20% yang terlibat merupakan anak-anak di bawah umur.

20% Kecelakaan di DIY Libatkan Anak-anak, Polda DIY Tingkatkan Sinergi dengan Sekolah
TRIBUNJOGJA.COM / Pradito Rida Pertana
Kapolda DIY, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ahmad Dofiri saat menyematkan pita kepada perwakilan PM sebagai tanda digelarnya operasi keselamatan progo tahun 2018. Kamis (1/3/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewasa ini anak-anak yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) kerap mengendarai sepeda motor baik untuk pergi bermain atau sebagai sarana transportasi ke sekolahnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, ternyata lebih dari 10 persen angka kecelakaan di DIY melibatkan anak-anak yang belum cukup umur dalam mengendarai sepeda motor.

Karena itulah, Polda DIY akan menggiatkan sambang ke sekolah guna memberi edukasi dan mengenai larangan siswanya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

Kapolda DIY, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Ahmad Dofiri mengatakan, dalam operasi keselamatan progo pihaknya akan menyasar pengendara kendaraan bermotor yang masih di bawah umur.

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan berkeselamatan dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di DIY.

Menurutnya, pengendara kendaraan bermotor yang belum cukup umur yakni 17 tahun tidak diperbolehkan memiliki SIM, apalagi mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Kapolda menilai, tingkat emosional anak-anak masih sangat tinggi, dan dapat membahayakan pengendara lain apabila dibiarkan mengendarai sepeda motor.

Ditambah, kebanyakan murid Sekolah Menengah pertama (SMP) saat ini rata-rata masih di bawah umur dan kebanyakan mengendarai kendaraan bermotor ke sekolahnya masing-masing, padahal murid SMP tersebut belum memiliki SIM.

"Kita akan bersinergi dengan pihak sekolah untuk masalah pengendara yang belum cukup umur. Kita sudah beberapa kali juga lakukan sosialisasi, tapi alasannya pasti untuk transportasi karena rumahnya jauh. Karena itu, hal ini harus jadi perhatian kita bersama, saya juga sudah sampaikan ke DPRD juga. Karena anak-anak yang belum cukup umur jelas tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor," katanya, Kamis (1/3/2018).

Sementara itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Latif Usman menuturkan bahwa pihaknya telah acap kali mendatangi sekolah-sekolah khususnya SMP terkait permasalahan murid-muridnya yang belum memiliki SIM namun telah mengendarai sepeda motor ke sekolahnya.

"Nanti akan kita datangi lagi pihak sekolah untuk lakukan tindaka persuasif, preventif dan preemtif. Biasanya kita kasih tahu pihak sekolahnya agar mengimbau muridnya tidak bawa motor ke sekolah," katanya.

Disampaikan Dirlantas, angka kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah umur di wilayah DIY cukup tinggi, dan menurut data yang diperoleh pihaknya sekitar 15-20% yang terlibat merupakan anak-anak di bawah umur.

Diungkapkannya pula, untuk wilayah yang paling banyak terdapat pengendara kendaraan bermotor di bawah umur berada di Kabupaten Sleman.

"Karena itu, untuk mengurangi angka tersebu kami menghimbau kepada orangtua agar meluangkan dan berkorban waktu untuk anaknya. Seperti meluangkan waktu mengantar anaknya sekolah, hal itu penting demi keselamatan anak-anak yang notabennya masih di bawah umur," pungkasnya. (*)

Penulis: rid
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved