Salak Pondoh Sleman Diekspor Ke 7 Negara
Salak Pondoh menjadi salah satu komoditas yang menopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Turi dan Pakem diekspor ke tujuh negara.
Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Hari Susmayanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi
TRIBUNJOGJA.COM – Salak Pondoh menjadi salah satu komoditas yang menopang perekonomian masyarakat di Kecamatan Turi dan Pakem, Kabupaten Sleman.
Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola Omah Salak, Surya Agung saat diwawancarai pada Rabu (28/2/2018).
Agung menyampaikan, Salak Pondoh memang menjadi ‘maskot’ perkebunan di Sleman bagian utara atau di sekitar lereng Gunung Merapi.
Meskipun tidak hanya jenis Salak Pondoh yang dikembangkan para petani di daerah tersebut.
Terdapat Salak Madu dan Salak Gading, menambah aneka macam buah Salak.
Salak Pondoh dikembangkan karena jenis ini begitu produktif dan tidak perlu peremajaan ketika pohonnya sudah tua.
“Salak Madu itu manis tetapi kurang produktif, kalau Salak Gading memang lebih segar tetapi rasanya agak asam dan warna kulitnya kuning,” kata Agung.
Sehingga, Salak Pondoh tetap dipilih para petani karena selain manis, jenis ini juga terbilang produktif.
Selain itu, Salak Pondoh juga banyak diekspor ke beberapa negara.
Seperti ke Cina, Kamboja, Selandia Baru, Australia, Korea, Singapura, dan Malaysia.
Agung juga menuturkan, salak merupakan buah yang langka, sehingga belum ada saingan dari negara-negara lain untuk diekspor.
"Di Malaysia juga sudah ada, tapi enggak sebagus di Turi," kata Agung. (tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salak-pondoh_20151226_175808.jpg)