Seorang Tersangka Ujaran Kebencian di Majalengka Dipastikan Bukan Dosen Tetap di UII Yogya

Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi menjelaskan bahwa yang bersangkutan statusnya hanya sebagai dosen yang diperbantukan.

Seorang Tersangka Ujaran Kebencian di Majalengka Dipastikan Bukan Dosen Tetap di UII Yogya
kompas.com
penanganan ujaran kebencian 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pihak kampus Universitas Islam Indonesia (UII) menjelaskan bahwa Tara Arsih Wijayani (40) perempuan yang ditangkap oleh polisi di Majalengka akibat kasus ujaran kebencian bukanlah dosen tetap di UII Yogya.

Direktur Humas UII, Karina Utami Dewi menjelaskan bahwa yang bersangkutan statusnya hanya sebagai dosen yang diperbantukan.

Tara sendiri mulai mengajar sejak 2005 dan mengampu mata kulian umum Bahasa Inggris.

"Yang bersangkutan bukan dosen tetap UII, namun memang pernah diperbantukan mengajar mata kuliah umum di UII," ujar Karina kepada Tribun Jogja, Selasa (27/2/2018).

"Iya Bahasa Inggris. Tercatat sejak 2005, dan sifatnya hanya diperbantukan saja. Jadi tidak seperti dosen tetap reguler statusnya," timpalnya.

Sementara itu, terkait kasus hukum yang menimpa Tara, pihak UII mempercayakan penuh kapada pihak berwajib.

Baca: Ada Kampanye SARA, Fitnah, dan Ujaran Kebencian? Lapor kesini!

"Saat ini karena sudah ditangani oleh polisi maka kami serahkan ke pihak yang berwenang untuk diproses secara hukum. Kita sama-sama tunggu hasilnya," tegasnya.

Sebelumnya, dilaporkan Tribunjabar.id, Polisi menangkap TAW (40), penyebar informasi bohong atau hoaks.

Ia menyebarkan berita tentang muadzin tewas dibunuh orang gila di Desa Sindang, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, pada Februari lalu.

Halaman
12
Penulis: app
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved