Maybank Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi untuk Komunitas Disabilitas

RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) dan keuangan kepada para penyandang disabilitas.

Penulis: Victor Mahrizal | Editor: Gaya Lufityanti
internet
maybank 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Maybank Foundation bersama PT Bank Maybank Indonesia Tbk, meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi komunitas penyandang disabilitas bernama “Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship” (RISE) di Indonesia.

RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) dan keuangan kepada para penyandang disabilitas

Program ini terdiri dari program pelatihan selama tiga hari dan dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama tiga sampai enam bulan.  

Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas akan dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset) dalam mengelola usaha.

Kemudian dalam program mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha.

Pada awalnya, program RISE dilaksanakan di Malaysia sejak September 2014 dan berhasil mencapai kesuksesan, dengan membukukan 411,7% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik dalam periode enam bulan yang berakhir April 2015. 

Pada saat itu, program RISE telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di Malaysia kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

“Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services,” kata Chairman Maybank Group Datuk Mohaiyani Shamsudin di Hyatt Regency Yogyakarta, Senin (26/2/2018).

“Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Naitons Sustainable Development Goals yaitu tanpa kemiskinan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan,” imbuhnya.

Di Indonesia, proyek percontohan (pilot project) program RISE dilaksanakan kepada 211 penyandang disabilitas di Jakarta dan Yogyakarta pada 2016. 

Serangkaian program pelatihan kemudian dilakukan selama 2017 kepada 94 penyandang disabilitas di Bali, 119 penyandang disabilitas di Tangerang dan 110 penyandang disabilitas di Bogor serta pada 2018 kepada 55 penyandang disabilitas di Yogyakarta serta 99 penyandang disabilitas di Malang. 

Dari pelaksanaan pilot project hingga pelaksanaan program yang ditargetkan selesai pada 2019, diproyeksikan untuk menjangkau total 2.200 penerima manfaat di Indonesia.

“Sekalipun program ini akan berakhir pada 2019 tetapi saat ini kami sedang mempersiapkan keberlanjutan dari program ini agar nantinya terciptarole model entrepreneur dari kalangan penyandang disabilitas sehingga dapat memacu rekan-rekan lainnya untuk terus berjuang guna mencapai cita-cita yang mereka inginkan,” jelas Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria.

Berdasarkan survei Nottingham University, dari awal implementasi program hingga Juli 2017, sebanyak 40% peringkat terbaik dari penyandang disabilitas yang mengikuti program ini, telah berhasil memulai atau meningkatkan kapabilitas usaha hingga 351,8%.

Dalam implementasi tahap awal, program RISE Maybank Foundation ini telah mendapat pengakuan sebagai inisiatif yang memiliki potensi yang besar untuk membuat perubahan pada kehidupan kaum marjinal. 

Pengakuan ini tercermin dari program RISE yang berhasil meraih penghargaan Silver Medal untuk Corporate Social Responsibility (CSR) pada The Global CSR Summit & Awards 2016.(tribunjogja.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved