Seleksi Atlet Pelajar DIY Digelar

BPO Disdikpora DIY menggelar seleksi atlet program Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Penulis: ang | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Angga Purnama
Pengawas memperhatikan atlet yang mengikuti seleksi PAB-PPLP di GOR Amongrogo, Sabtu (24/2/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY menggelar seleksi atlet program Pembinaan Atlet Berbakat (PAB) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

Program tersebut kembali digelar untuk menunjang prestasi di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) 2018 dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2019.

Kasi Olahraga BPO DIY, Eka Heru Prasetya mengatakan seleksi atlet ini digelar mulai Sabtu hingga Rabu (24-28/2/2018) ini.

Adapun seleksi dibagi menjadi dua tahap, yaitu tes fisik umum dan kecabangan.

“Untuk tes fisik pelaksanaannya dipusatkan di GOR Amongrogo dan dibagi antara cabang olahraga terukur, permainan, dan beladiri,” ungkapnya ditemui saat memantau seleksi atlet di GOR Amongrogo, Sabtu.

Menurutnya tes fisik yang diberikan terdiri dari standing squat jump, tinggi dan berat badan, kelenturan, push up, sprint, dan VO2Max.

Tes tersebut akan dilanjutkan dengan tes kecabangan yang dilaksanakan di beberapa tempat berbeda.

Baca: Jelang Popda DIY IPSI Kota Buru Atlet Pelajar

“Atlet yang mendaftarkan diri sekitar 1.000 atlet se-DIY dari 18 cabang olahraga,” paparnya.

Ia menjelaskan ada sedikit perbedaan terkait persyaratan atlet yang mengikuti seleksi kali ini.

Jika di tahun sebelumnya usia atlet yang mengikuti seleksi untuk PPLP dan PAB usia 10-14 tahun dan 15-18 tahun, pada seleksi tahun ini yang jadi acuan adalah aturan Popwil dan Popnas.

“Karena itu, atlet yang mengikuti seleksi maksimal kelahiran 2001 untuk yang besar, sedangkan yang kecil kelahiran 2003-2005. Aturan ini digunakan karena atlet yang ikut seleksi bisa dikirimkan untuk Popwil maupun Popnas. Dan setelah itupun, estafet atlet dapat terus dilanjutkan tanpa terkendala jenjang usia yang jauh antara atlet senior dengan juniornya,” katanya menjelaskan.

Baca: Polisi Tindak Lanjuti Kasus Video Asusila Pelajar SMP di Gunungkidul

Meski peminat relatif besar, Eka menambahkan pihaknya hanya mengambil 150 atlet untuk dikirimkan mengikuti Popwil 2018, 550 atlet PAB, serta 33 atlet untuk program PPLP dengan sistem promosi dan degradasi.

“Dengan atlet potensial ini diharapkan DIY semakin banyak tercetak atlet DIY di level nasional dan meningkatkan prestasi di multi even tingkat pelajar,” ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved