Terpopuler: Bangunan Berusia 150 Tahun di Yogya akan Dijual Pemiliknya

Rumah Joglo akan dijual oleh pemiliknya menjadi berita terpopuler Tribun Jogja pada Selasa(20/2/2018) kemarin.

Penulis: say | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Wujud Joglo yang akan dijual. 

TRIBUNJOGJA.COM - Selamat pagi Tribunners.

Banyak berita dan kejadian menarik yang terjadi pada Selasa (20/2/2018).

Bila Anda belum sempat membaca berita-berita TribunJogja.com karena padatnya aktivitas, berikut kami rangkum dua berita terpopuler kemarin.

1. Bangunan Berusia 150 Tahun di Yogya Ini akan Dijual Pemiliknya, Ini Alasannya

Rumah kuno berbentuk Joglo di Yogyakarta mulai berkurang.

Sebagian pemilik rumah tersebut memilih menjual rumah adat Jawa tersebut karena biaya perawatannya yang selangit.

Jawadi, pria 71 tahun yang memiliki rumah Joglo di Prenggan, Kotagede, Yogyakarta misalnya, sudah ancang-ancang menjual rumahnya.

Dia ingin tinggal di rumah tapak biasa.

Untuk menjangkau rumah Joglo milik Jawadi, harus menyusuri jalan sempit. 

Sepeda motor pun harus dimatikan mesinnya dan dituntun.

"Iya memang mau dijual. Saya cuma pensiunan nggak mampu kalau ngurusin Joglo," kata Jawadi saat ditemui di rumahnya, Sabtu (17/2) lalu.

Ia mengatakan, untuk renovasi saja membutuhkan sekitar Rp150 juta.

"Kalau renovasi harga segitu saya ya nggak mampu to," tambahnya.

Rumah joglo itu menurut Jawadi merupakan warisan turun-temurun.

Ia adalah generasi ketiga yang menempati rumah itu.

Rumahnya masih masih tampak kokoh meskipun sudah berusia 150 tahun.

Joglonya dibangun pada tahun 1868-1869.

Butuh waktu satu tahun untuk membangun dan mengisi rumah Joglo miliknya itu.

"Kami sudah berusaha mempertahankan. Ya sebisa kami. Ini kami cuma pasang-pasangi kayu penyangga," lanjut Jawadi.

Sosok berkacamata itu mangatakan, kayu-kayu itu dipasang untuk menjaga supaya rumahnya tidak roboh.

Jawadi mengaku beberapa kali ada yang mendatanginya.

Mereka mengaku dari lembaga yang bakal memberi suntikan dana untuk mempertahankan rumah Joglo itu.

Tapi semua itu tidak terbukti.

"Ada banyak yang menawari dana untuk perawatan, tapi yang cuma omong saja. Sekarang kami kapok, nggak mau lagi menerima yang begitu," lanjutnya.

Ia pun mengajak pemerintah untuk peduli dengan memelihara cagar budaya.

Namun sampai sekarang dia merasa kesulitan menggandeng pemerintah.

"Ya akhirnya saya jual saja. Kami belikan rumah jadi, ya biasa saja. Anak saja juga belum punya rumah," katanya.

Jawadi mengatakan, meskipun hendak menjual Joglo, ia tidak ingin bangunannya dirusak.

Ia memiliki kriteria sendiri untuk menentukan pembelinya.

Itulah yang membuat rumahnya belum laku, meskipun sudah empat tahun mencoba menjual.

"Pokoknya yang beli rumah itu harus orang yang paham tentang Joglo. Saya nggak mau kalau dirusak. Joglo-nya nggak boleh dibawa kemana-mana, harus di Yogya," tegas dia.

Menurutnya, hal itu ia lakukan semata-mata untuk ikut melestarikan Joglo di Kotagede.

Sementara itu, seorang penjaga rumah Joglo di Jagalan, Yogyakarta, Joni mengatakan, rumah yang dia jaga juga akan dijual.

Sebab sudah tidak ada yang merawatnya.

"Nggak ada yang bisa merawat, lha nggak ada yang tinggal di Yogya," kata Joni.

Struktur rumahnya masih komplit dan masih bagus.

Namun demikian pihak keluarga juga tetap ingin melestarikan Joglo dengan menolak memindahkan Joglo itu.

"Dijual memang, tetapi ya tidak boleh dipindahkan. Itulah kenapa lama lakunya, soalnya nggak boleh dipindah," terang Joni.

(https://www.google.co.id/amp/ jogja.tribunnews.com/amp/2018/ 02/20/bangunan-berusia-150- tahun-di-yogya-ini-akan- dijual-pemiliknya-ini- alasannya

2. Yulia Putri Perawat Cantik Dilaporkan Hilang, Kontak Terakhir Menuju Rumah Sakit

Sri Suharti (43) lapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng bahwa anak gadisnya bernama Yulia Putri Prihatiningsih (24) hilang kontak setelah naik ojek online, Senin (19/2/2018).

Yulia seorang perawat cantik, itu hilang atau putus kontak dengan keluarga sejak Minggu 18 Februari 2018.

Menurut penuturan Sri Suharti, saat itu Yulia warga Kelurahan Resoksari, Kabupaten Semarang dijemput oleh ojek online.

Dikatakannya, Minggu (18/2/2018) sekitar pukul 21.54 WIB Yulia memesan transportasi ojek online.

Saat itu, korban memesan dari tempat kontrakanya, di Jalan Pamularsih X, Semarang Barat dengan tujuan RS Telogorejo, Pekunden, Semarang Tengah.

Kemudian, korban bersama ojek tersebut menuju lokasi yang dimaksud.

Namun setelah itu, Yulia tidak ada kabar dan sudah tidak bisa dihubungi sampai sekarang ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPKT Polda Jateng AKBP Agung Aris menjelaskan, pihaknya sudah mendapat laporan ini dan telah berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jateng.

"Hal itu untuk penyelidikan lebih lanjut. Kita pelayanan di SPKT kan membuatkan pelaporannya saja, untuk menindaklanjutinya akan dilakukan secara rinci oleh Reskrim," ucap AKBP Agung kepada Tribunjateng.com, Senin

Laporan Suharti tertulis dalam Surat Keterangan Orang Hilang, Nomor : SK /09/II/2018/ SPKT.

Dari catatan itu, tertulis bahwa anaknya meninggalkan rumah sendirian dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Suharti pun membeberkan ciri-ciri anaknya yang kini tengah dicari.

Disebutkan Suharti, anaknya memilik ciri-ciri tinggi badan kurang lebih 167 cm, berat badan 55 kg, warna kulit sawo matang, rambut hitam lurus panjang bergelombang dan wajah lonjong.

"Terakhir kali, menggunakan jilbab warna hitam, blous warna navy atau biru dongker dengan menggunakan manset hitam dan celana jeans hitam," kata Suharti di hadapan petugas SPKT Polda Jateng, Senin (19/2/2018).

Selain itu, menurut Suharti, adapun Yulia saat hendak bepergian menggunakan jasa transportasi online itu tengah menggunakan tas selempang coklat.

Yulia pun saat itu memakai kaca mata hitam, jam tangan krepyak, sepatu slop coklat, dan sedang membawa handphone merek I-phone 6 serta Samsung warna Blue.

https://www.google.co.id/amp/jogja.tribunnews.com/amp/2018/02/20/yulia-putri-perawat-cantik-dilaporkan-hilang-kontak-terakhir-naik-ojek-menuju-rumah-sakit

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved