Breaking News:

Temuan Ombudsman: Ada Warga Binaan Lapas yang Bayar untuk Makan dan Mandi

Tak hanya di lapas, menurut dia, kasus ini juga terjadi di rutan, termasuk tempat tahanan Polres.

Editor: Ari Nugroho
Kompas.com/Robertus Belarminus
Ombudsman menggelar acara ngopi bareng Ombudsman, di kantor Ombudsman, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/2/2018). 

"Sehingga mereka kebingungan, 'Oh penghuni lapas itu membeli ya minumnya, makannya, mandinya?'" ujar Nini.

Baca: Tak Hanya Masalah Publik, Lembaga Ombudsman DIY Juga Pernah Dapat Aduan Perceraian

Menurut dia, persoalan ini seharusnya menjadi tanggung jawab pihak lapas.

Nini merasa prihatin warga binaan lapas tidak mengetahui hak-haknya.

Mereka terpaksa menerima kondisi tersebut karena tidak bisa mengadu dan berbuat apa-apa selain menerima.

"Saya agak prihatin, ketika orang hendak menjadi warga binaan ternyata mereka belum tahu hak-haknya. Hak informasi warga binaan seperti apa," ujar Nini.

Tak hanya di lapas, menurut dia, kasus ini juga terjadi di rutan, termasuk tempat tahanan Polres.

Baca: Terkait Temuan Ponsel di Lapas Narkotika Kelas II Yogyakarta, Kalapas Masih Selidiki Modusnya

Sementara, di lapas di Jakarta, kata Nini, pihaknya menemukan ada warga binaan yang bisa memperoleh kamar tahanan dengan membayar uang bulanan.

"Kayak ngekos. Bayar uang kamar Rp 30.000 sebulan. Uang-uang ini ke mana? Maret kami launching hasilnya," ujar Nini.

Nini mengyatakan, temuan-temuan ini masih didalami lebih lanjut.

Terkait hal ini, Ombudsman juga berencana memanggil pihak Kementerian Hukum dan HAM.(TRIBUNJOGJA.COM)

Berita ini telah ditayangkan di Kompas.com dengan judul Temuan Ombudsman: Ada Warga Binaan Lapas yang Bayar untuk Makan dan Mandi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved