Sawi Sendok Kampung Sayur Mantrijeron Dipasarkan di Toko Moderen

Ketersediaan lahan milik masyarakat dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam baik sayur maupun buah.

Sawi Sendok Kampung Sayur Mantrijeron Dipasarkan di Toko Moderen
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat memanen buah kelengkeng di Kampung Sanggrahan Pemukti Giwangan Umbulharjo, Selasa (20/2/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto menjelaskan bahwa lahan pertanian yang tersisa di Kota Yogyakarta adalah 56 hektare.

Seluruh lahan tersebut digunakan untuk menanam padi.

Pihaknya pun berupaya agar ketersediaan lahan yang ada, terutama lahan milik masyarakat, dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam baik sayur maupun buah.

"Sebenarnya konsepnya tidak melulu sayur, tapi mengarah ke kampung hijau. Intinya adalah pemberdayaan masyarakat," jelasnya, ditemui seusai acara panen kelengkeng di Kampung Sanggrahan Pemukti, Selasa (20/2/2018).

Ia menjelaskan, bahwa Kampung Sayur yang berada di Mantrijeron sudah bisa masuk ke dalam toko moderen.

Dalam hal ini, pengelola di Kampung Sayur Mantrijeron berasal dari kalangan TNI.

"Itu ada MoU dengan Kementerian Pertanian dalam ketahanan pangan. Hasilnya, sawi sendok yang mereka tanam bisa masuk ke Superindo dan juga Hotel Tentrem," bebernya. (*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved