Kampung Sanggrahan Giwangan Panen 1,5 Kuintal Kelengkeng

Dengan penanaman pohon kelengkeng ini akan menciptakan pabrik oksigen, sehingga peningkatan kualitas udara menjadi lebih baik.

Kampung Sanggrahan Giwangan Panen 1,5 Kuintal Kelengkeng
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Penggagas Tanaman Klengkeng, Hariyanto 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kampung Sanggrahan, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta telah memanen buah kelengkeng sebanyak 1,5 kuintal, Selasa (20/2/2018).

Dalam setahun, Kampung Sanggrahan memanen kelengkeng sebanyak tiga kali.

Penggagas Tanaman Klengkeng, Hariyanto menuturkan, penanaman kelengkeng ini sudah dilakukan sejak tahun 2015 silam dengan menanan 170 pohon kelengkeng.

Kemudian ditahun 2017 kembali ditanam pohon kelengkeng sebanyak 150 pohon.

"Hasil panen hari ini 1,5 kuintal. Ini dari 320 (pohon kelengkeng) baru 40 (pohon) yang produksi," papar Hariyanto.

Hariyanto melanjutkan, awal mula dirinya menggagas untuk menanam pohon kelengkeng ini sebagai konservasi air, peningkatan kualitas udara dan ketahanan pangan melalui pohon kelengkeng.

"Sebuah keprihatinan saya melakukan ini karena kami mencoba dulu di sini (Sanggrahan) gersang sama sekali, kemudian saya mencoba menanam 10 pohon kelengkeng," lanjut dia.

Setelah diamati, 1,5 tahun kemudian, Hariyanto menuturkan bunga pertama belum gugur, artinya bahwa tanaman kelengkeng tersebut tidak mudah rontok daunnya.

Selain itu, banyaknya pembangunan di Kota Yogyakarta yang menyebabkan ruang terbuka semakin sempit, hal ini pula yang menjadi latar belakang pihaknya menanam pohon kelengkeng.

"Kalau ruang terbuka makin sempit, berarti tidak memberikan ruang air, sehingga dengan menanam kelengkeng menciptakan konservasi air," kata Hariyanto.

Menurutnya, dengan penanaman pohon kelengkeng ini akan menciptakan pabrik oksigen, sehingga peningkatan kualitas udara menjadi lebih baik.

"Tanaman kelengkeng termasuk tegakan, buah adalah efeknya," imbuhnya. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved