Dialog untuk Berhenti Merokok Tepat Diterapkan di Yogyakarta

Salah satu program yang dia luncurkan bekerja sama dengan pemerintah kota Yogyakarta adalah kampung bebas asap rokok.

Dialog untuk Berhenti Merokok Tepat Diterapkan di Yogyakarta
IST
Prof Yayi Suryo Prabandari ilmuwan sosial pertama yang menjadi guru besar di bidang kedokteran. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - UGM akan mengukuhkan Prof Yayi Suryo Prabandari sebagai guru besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

Pendalaman keilmuan, pengajaran serta kegiatan terkait pengendalian tembakau telah digelutinya lebih dari 20 tahun dan berhasil mengantarkannya mencapai gelar akademis tertinggi.

Yayi menyandang gelar guru besar pertama di FKKMK maupun di fakultas kedokteran se-Indonesia yang berasal dari ilmuwan sosial.

Saat ditemui Rabu (14/2/2018) Yayi banyak membahas tentang masih sulitnya mengubah perilaku atau kebiasaan orang merokok di Indonesia.

Salah satu program yang dia luncurkan bekerja sama dengan pemerintah kota Yogyakarta adalah kampung bebas asap rokok.

Baca: Sudah Diperingatkan Mundur dan Matikan Rokok, Tapi Pemotor Bandel Ini Justru Nekat Begini

Dua tahun sejak dideklarasikan progam itu, Yayi menyebut bahwa ada penurunan jumlah perokok walaupun hanya 3 persen waktu itu.

Namun demikian capaian terbesarnya adalah sedikitnya 50 persen para perokok ini tidak merokok di dalam rumah.

"Kami optimis karena walaupun sedikit tapi ada juga yang berhenti, itu berdasarkan laporan dari kualitatif. Yang jelas sebagain besar sudah mengurangi rokok yang dihisapnya," terang Yayi.

Menurut Yayi pendekatan dialogis adalah langkah yang tepat dilakukan di Yogyakarta.

Hal itu lantaran masyarakatnya yang masih aktif melakukan pertemuan-pertemuan di lingkungannya.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved