Breaking News:

Desa dan Kampung Wisata di DIY Disiapkan Gaet Wisatawan

Andil desa dan kampung wisata dalam menyokong geliat industri pariwisata di DIY terus dimaksimalkan.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/Hamim Thohari
Ilustrasi desa wisata 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Andil desa dan kampung wisata dalam menyokong geliat industri pariwisata di DIY terus dimaksimalkan.

Dilihat dari data BPS, usaha ini tak sia sia. Minat tinggal wisatawan di desa dan kampung wisata terus meningkat.

Pada bulan Desember 2017 lama tinggal wisatawan sebesar 1,31 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,04 malam jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Rata-rata menginap terlama sebesar 1,80 malam padakelompok kamar >40 dan tersingkat sebesar 1,08 malam terjadi pada kelompok kamar <10.

Potensi wisata dari desa dan kampung wisata di DIY sangat besar.

Melalui keunikan yang dimiliki tiap desa dan kampung wisata diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Yogyakarta.

Baca: Pengelola Desa Wisata Akan Diberi Berbagai Pelatihan

Saat ini tercatat ada kurang lebih 114 desa dan kampung wisata di DIY.

Di Kabupaten Kulonprogo tercatat ada 10 desa wisata, di Kabupaten Bantul ada 33 desa wisata di Kabupaten Gunungkidul ada 18 desa wisata, di Kabupaten Sleman ada 36 desa wisata dan di Kota Yogyakarta ada 17 Kampung Wisata.

"Desa dan Kampung Wisata sebagian masih ada yang  perlu dikembangkan. Kami berharap semua pihak bisa bersinergi agar perkembangan desa dan kampung wisata bisa memberikan kontribusi positif bagi semua pihak, khususnya masyarakat setempat," ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta kemarin.

Untuk mewujudkan identitas desa atau kampung wisata yang unik maka dibutuhkan banyak faktor, di antaranya, fasilitas pendukung, SDM, promosi serta inovasi.

Ketika potensi keunikan ini digali maka bisa memberikan nilai strategis sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan.

Baca: Dinpar Bantul Gelar Sarasehan Forkom Pokdarwis Desa Wisata

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Istijab Danunagoro menuturkan, kebijakan atau regulasi yang mendukung terselenggaranya kepariwisataan dengan baik.

Selain itu, perlu adanya jejaring kerjasama kepariwisataan, baik secara internal dengan kabupaten dan kota di seluruh DIY dan eksternal dengan pihak-pihak luar akan memberi dampak signifikan terhadap perkembangan desa dan kampung wisata.

"Desa dan kampung wisata harus memberikan standar pelayanan untuk wisatawan agar kenyamanan berwisata terwujud. Dari hal yang paling kecil namun berpengaruh adalah fasilitas toilet yang memadai dan tempat sampah atau kebersihan," ujar Istijab.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved