Breaking News:

Polisi China Kenakan Kacamata Khusus untuk Kenali Penjahat

Pencegahan tindak kejahatan itu kini bukan lagi hanya di film. Sebab, China mengembangkan teknologi untuk polisi

Editor: iwanoganapriansyah
afp/russiantoday
Seorang polisi mengenakan kacamata yang mempunyai teknologi untuk mengenali para pelaku kejahatan di Zhengzhou Timur, China. 

TRIBUNJOGJA.COM - Bagi penggemar film fiksi ilmiah, tentu tidak asing dengan Minority Report yang dibintangi Tom Cruise.

Film besutan Steven Spielberg itu bercerita tentang unit khusus kepolisian yang bertugas mencegah suatu kejahatan terjadi berbekal ramalan dari para peramal yang disebut Precogs.

Pencegahan tindak kejahatan itu kini bukan lagi hanya di film. Sebab, di China tengah mengembangkan teknologi untuk polisi yang bertugas di stasiun kereta.

Dilansir AFP via Russian Today, Rabu (7/2/2018), China mengembangkan kacamata penangkal kejahatan yang dilengkapi dengan teknologi pengenal wajah orang.

Secara real-time, kacamata itu bakal memindai setiap penumpang yang berlalu-lalang di stasiun kereta.

Mereka bakal dicocokkan dengan pusat data yang ada di kepolisian baik nama, alamat terakhir, hingga penggunaan internet terakhir.

" Polisi bisa langsung mengetahui jika terdapat salah satu tersangka yang tengah kabur," ujar AFP dalam reportasenya.

Kamera itu diuji coba pertama kali oleh petugas polisi di Stasiun Zhengzhou Timur di Provinsi Henan.

Dalaam pernyataannya, Kepolisian Zhengzhou Timur mengaku sangat terbantu dengan adanya kacamata tersebut.

Dilansir South China Morning Post, mereka berhasil menangkap tujuh pelaku kasus perdagangan manusia yang tengah buron.

Selain itu, mereka juga berhasil memindai, dan mengidentifikasi 26 orang yang diduga sebagai pencuri.

Kini, otoritas keamanan mengatakan bakal menggunakan kacamata itu dalam skala yang lebih luas.

" Kacamata Pencegah Kejahatan" itu bakal digunakan untuk mengidentifikasi orang-orang yang menggunakan identitas palsu saat perhelatan Festival Musim Semi.

Festival itu berlangsung mulai dari 1 Februari hingga 12 Maret, diklaim sebagai salah satu periode transportasi tersibuk di China.

Sebab, seperti dikatakan Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional, sekitar 389 juta orang bakal hadir di festival tersebut. (Ardi Priyatno Utomo/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved