Wanita Ini Jadi Guru Besar Pertama Politeknik Kesehatan di Lingkungan Kementerian Kesehatan RI
Pengukuhan guru besar ini menunjukkan komitmen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam membangun sumber daya manusia.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM - Politeknik Kesehatan Kemenkes RI gelar Sidang Terbuka Senat di Auditorium dr Herman Susilo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).
Sidang Terbuka Senat Poltekkes Kemenkes Republik Indonesia Dalam Pengukuhan Guru Besar Profesor Dr Hj Lucky Herawati SKM, MSc di Bidang Ilmu Pendidikan Kesehatan Masyarakat.
Prof Lucky telah diangkat sebagai Guru Besar sejak 1 November 2017 lalu.
Prof Lucky menjadi Guru Besar pertama di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Republik Indonesia.
Dalam rilisnya, Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Joko Susilo SKM MKes menuturkan, pengukuhan guru besar ini menunjukkan komitmen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam membangun sumber daya manusia.
"Diharapkan dengan adanya pengukuhan tersebut memberikan dampak positif dan memberikan motivasi pada dosen yang lain untuk meningkatkan kompetensinya," papar Joko Susilo.
Usai pengukuhan, Profesor Doktor Hj Lucky Herawati SKM MSc menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul 'Peran Parent Educator Dalam Mengendalikan Perilaku Merokok Remaja'.
Melalui orasinya Prof Lucky menyampaikan bahwa Parent Educator merupakan sebuah model rekayasa Pendidikan Kesehatan Masyarakat yang dapat diterapkan untuk memberdayakan keluarga.
Hal ini bertujuan untuk mengendalikan perilaku merokok pada remaja.
"Perilaku merokok remaja yang terkendali akan berkontribusi pada pengeluaran dana pelayanan kesehatan khususnya untuk membiayai penyakit akibat merokok," papar Prof Lucky melalui keterangan rilisnya.
Lebih jauh dikatakan bahwa peran pendidikan kesehatan masyarakat dalam mengendalikan sebuah kegiatan gerakan masyarakat sehat atau GERMAS.
Aplikasi GERMAS pada level terbawah adalah pada keluarga, maka jelas bahwa pendidikan kesehatan mempunyai peran penting dalam mewujudkan keluarga sehat.
"Jika keluarga sehat, maka secara bersama-sama dapat kita wujudkan bangsa kuat," imbuhnya. (*)