Leopard Hancur di Tangan Pejuang Kurdi. Ini Dia Kelemahan Tank Ini!
Tank kelas berat buatan Jerman itu selama ini konon tak terkalahkan di medan tempur manapun.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Pekan lalu, pejuang Kurdi mampu menghancurleburkan tank tempur Leopard 2A4 milik Turki.
Tank kelas berat buatan Jerman itu selama ini konon tak terkalahkan di medan tempur manapun.
TNI AD juga memiliki arsenal perang sejenis yang didatangkan dari Jerman semasa pemerintahan SBY.
Lantas mengapa Leopard bisa hancur lebur di tangan pejuang Kurdi? Senjata apa yang mengalahkannya?
Ahli persenjataan militer Rusia menyebut kompartemen amunisi yang dibawa Leopard adalah titik paling lemah dari tank ini.
“Ini membuktikan Leopard 2 sangat fatal dan bisa dikalahkan di medan tempur. Kompartemen amunisi di kedua sisi tidak mendapat perlindungan kuat," kata pakar di Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Rusia dikutip Sputniknews, Rabu (7/2/2018) WIB.
Ia menyimpulkan analisisnya setelah berulang-ulang menyaksikan rekaman video meledaknya tank Leopard Turki di sebuah pedesaan di Suriah utara.
Baca: Pejuang Kurdi Hancurkan Leopard Turki! Indonesia Punya Tank Ini Lho
Dalam rekaman itu sebuah tembakan rudal panggul menghantam kendaraan tempur tersebut, menimbulkan ledakan dahsyat disertai bola api besar.
Menurutnya, ini bukan kejadian pertama di Suriah, tank Leopard terpuruk di tengah laga.
Desember 2016, sebuah tank sejenis milik Turki juga hancur di al-Bab, kota perbatasan Turki-Suriah.
Gerombolan ISIS lah yang menghantam tank itu dengan granat berpeluncur roket.
Pakar yang tidak disebut namanya ini menyebut rudal Fagot bikinan era Soviet yang dipakai pejuang Kurdi.
Rudal Fagot diproduksi tahun 70an, khusus dipakai sebagai senjata antitank.
Fagot dibuat dan dipakai banyak negara sejak 10 tahun sebelum tank Leopard diproduksi Jerman.
Baca: Bukan Naik Mobil atau Motor, Pria Ini Mencuri di Supermarket Naik Tank Tempur
Kini rudal Fagot masih dipakai sekitar 30 negara di dunia.
Dari mana pejuang Kurdi mendapatkan senjata ini, masih jadi misteri besar karena mereka selama ini justru dibekingi koalisi AS dan Israel.
Ankara meluncurkan serangan darat ke wilayah Afrin di Suriah sejak pertengahan Januari 2018.
Mereka memburu apa yang mereka tuduh teroris Kurdistan.
Operasi Olive Branch, menargetkan utamanya kelompok bersenjata YPG yang didukung secara terbuka oleh Washington.
YPG ini disebut sayap militer Kurdistan Workers' Party (PKK), kelompok terlarang di Turki.
Damascus mengutuk invasi Turki ke wilayahnya ini dan menyebut Turki telah melanggar kedaulatan negara lain dan menginjak-injak hukum internasional.
Baca: Sudah Dibagikan 1.741 Kali, Foto Viral Sebuah Toko di Turki yang Dipenuhi Anjing Bergeletakan
Russia yang secara resmi memberi dukungan politik, ekonomi dan militer kepada pemerintah Suriah, menyatakan prihatin atas situasi ini.
Moskow menyerukan semua pihak agar menghormati integritas nasional Suriah sebagai negara.
Presiden Putin dan Presiden Erdogan beberapa kali berdiskusi dan mencoba mencari solusi terbaik.
Rusia hari-hari ini melakukan perkabungan setelah pilot tempur Sukhoi Su-25 yang ditugaskan di Suriah, tewas saat pengeboman di wilayah Idlib.
Pesawat pengebom itu ditembak jatuh gerombolan pemberontak dukungan koalisi Arab di Idlib.
Pilot asal Vladivostok itu bisa melompat, namun tewas dalam pertempuran di darat.(Tribunjogja.com/ Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tank-tempur-leopard-2a4_20180207_082522.jpg)