Inilah Harapan dari Gelaran Ziarah Budaya Sewindu Haul Gus Dur di Yogyakarta

Acara Sewindu Haul Gus Dur ini dapat terselenggara berkat kerjasama antar 63 lembaga.

Inilah Harapan dari Gelaran  Ziarah Budaya Sewindu Haul Gus Dur di Yogyakarta
Tribun Jogja/ Tantowi Alwi
Penampilan barongsai di acara Ziarah Budaya Sewindu Haul Gus Dur yang digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Senin (5/2/2018) malam. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ziarah Budaya Sewindu Haul Gus Dur digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Senin (5/2/2018) malam.

Acara Sewindu Haul Gus Dur ini dapat terselenggara berkat kerjasama antar 63 lembaga.

Acara ini dibalut dengan seni yang menampilkan berbagai tarian dari beragam kebudayaan, pembacaan puisi, menyanyi, hingga stand up comedy.

Ziarah Budaya menghadirkan berbagai tokoh lintas agama seperti Buya Syafi’i Ma’arif, Elga J. Sarapung, Ahmad Saifudin Mutaqi, Cucu Rohyana, Sr. Maryati, I. Wayan Sumerta, Banthe Badrapalo, dan perwakilan dari Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI).

Selain itu, ada pula Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Glenn Fredly.

Fakhrur Rifa'i, Ketua Panitia Peringatan Sewindu Haul Gus Dur mengatakan acara puncak Sewindu Haul Gus Dur adalah kesempatan untuk meneladani nilai dan perjuangan Gus Dur.

Terutama tentang 9 Nilai Utama Gus Dur yang merupakan representasi laku-hidup Gus Dur, yaitu: Ketauhidan, Kemanusiaan, Keadilan, Kesetaraan, Pembebasan, Kesederhanaan, Persaudaraan, Kesatriaan, dan Kearifan Lokal.

Acara ini merupakan malam puncak dari rangkaian Sewindu Haul Gus Dur yang sudah dilakukan sejak 4 Januari - 5 Februari 2018.

Rifa'i menuturkan melalui media seni, nilai-nilai tersebut lebih mudah tersebar ke berbagai kalangan, khususnya anak muda.

"Harapannya, kalangan muda kemudian masyarakat umum di Jogja, dapat sadar dengan perjuangan Gus Dur, biar teman-teman muda tetap semangat," kata Rifa'i.

"Oleh sebab itu, masyarakat dapat lebih mudah menerapkan nilai dan keteladanan Gus Dur, terutama dalam meneguhkan identitas keindonesiaan dalam merawat keberagaman,” jelas Rifa’i. (*)

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved