Hujan Angin Parsial Masih Berpotensi Turun di DIY
Masyarakat diharap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame, baliho tumbang atau roboh.
Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Potensi hujan disertai angin kencang yang turun secara parsial di wilayah DIY dan sekitarnya menurut analisa BMKG Yogyakarta masih terjadi hingga tiga hari ke depan.
Adanya peningkatan hujan dan angin saat ini terutama di yogyakarta karena beberapa hal.
Di antaranya karena adanya penguatan angin baratan yang banyak membawa massa udara basah masuk hingga ke bagian selatan equator.
Kondisi ini pun diperkuat dengan munculnya beberapa tekanan rendah di samudera Hindia.
Tekanan rendah di sekitar Australia serta samudera pasifik timur juga memicu munculnya konvergensi atau pertemuan angin yang berdampak pada pembentukan awan awan hujan.
Hal ini disampaikan Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Djoko Budiyono.
Djoko menjelaskan, kondisi cuaca yang berpotensi hujan disertai angin juga diperkuat dengan temperatur suhu permukaan laut di Indonesia yang cukup hangat berkisar 28-30 C, sehingga ikut berkontribusi menyuplai uap air.
"Hasil analisa cuaca juga menunjukkan kecepatan angin di selatan jawa termasuk yogyakarta berkisar 5-15 knot ( kategori sedang). Melihat Kondisi dinamika atmosfer dan laut diatas maka potensi munculnya hujan yang disertai petir, serta angin kencang perlu diwaspadai dalam 2 hingga 3 hari ke depan," terang Djoko, Senin (5/2/18).
Lanjut Djoko, mempertimbangkan potensi cuaca tersebut maka BMKG DIY menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame, baliho tumbang atau roboh.
Selain itu juga masyarakat dihimbau untuk tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir serta mematikan barang barang elektronik bila potensi petir terlibat dan menghindari berada di tanah lapang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bmkg_20180205_162148.jpg)