Breaking News:

Temu Alumni SMA N 1 Ngaglik Lahirkan Komitmen Bersama Sleman Bebas Klitih. Begini Isinya

Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama perwakilan sejumlah instansi dan tokoh masyarakat tandatangani komitmen pencegahan klitih.

Penulis: Tantowi Alwi | Editor: Hari Susmayanti
tribunjogja/tantowi alwi
Bupati Sleman, Sri Purnomo bersama instansi terkait menandatangani Kominten Sleman Bebas Klitih yang diselenggarakan oleh Alumni SMA 1 Ngaglik, Sleman, Jumat(2/2/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Tantowi Alwi

TRIBUNJOGJA.COM - Acara sarasehan dan temu alumni SMA N 1 Ngaglik yang digelar pada Jumat (2/2/2018) pagi, telah melahirkan 'Komitmen Bersama Sleman Bebas Klitih'.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai instansi dan komponen masyarakat.

Dalam komitmen bersama tersebut perwakilan instansi dan komponen masyarakat yang ikut menandatangani di antaranya yaitu Sri Purnomo (Bupati Sleman), Rendradi Suprihandoko (DPRD DIY), Inoki Azmi Purnomo (DPRD Sleman), Ani Sulistyarini (Kasat Binmas Polres Sleman).

Kemudian, Syukron Arif Muttaqin (DPD KNPI Sleman), Octo Lampito (FORPI Sleman), Subagya (Kepala Sekolah SMA N 1 Ngaglik), dan Ari Hermawan (Tokoh masyarakat).

Baca: Ternyata Ini Alasan Mahasiswa UI Nekat Berikan Kartu Kuning pada Presiden Jokowi

Berikut isi dari komitmen bersama Sleman bebas klitih tersebut.

Dalam rangka mewujudkan Kabupaten Sleman yang SEMBADA, kami segenap lembaga/institusi dan komponen masyarakat dengan penuh kesadaran berkomitmen bersama, bersungguh-sungguh bergerak menanggulangi aksi klitih di wilayah Kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan komitmen sebagai berikut:

1. Bersama-sama mewujudkan Kabupaten Sleman sebagai kabupaten yang berbudaya, berpendidikan serta damai.

2. Membangun dan memperkuat jaringan dalam rangka penanggulangan segala aksi klitih.

3. Berkoordinasi dan bersinergi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak yang berwenang dalam menanggulangi dan mengatasi aksi klitih atau sejenisnya yang sudah jelas meresahkan masyarakat.

4. Cepat dan tanggap terhadap aksi-aksi klitih dan sejenisnya.

5. Menjalin hubungan kerjasama dengan seluruh stakeholder terkait.

6. Membentuk relawan/satuan tugas penanggulangan dan penanganan aksi klitih di Kabupaten Sleman.

7. Mendorong adanya regulasi tentang aksi-aksi klitih. (tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved