Ajang Youth Economy Cari Enterpreneur Muda

Program ini diselenggarakan melalui promosi industri kreatif dan pengembangan produk berbasis budaya di sejumlah wilayah Indonesia.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Seorang peserta ajang Ajang Youth Economy Empowerment in Indonesia’s Heritage Sites, through Capacity Building and Sustainable Tourism tengah mempresentasikan bisnis yang dikelolanya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Semangat energi muda dari Muhammad Bimosakti terlihat saat ia mempresentasikan travel and tour yang ia kelola di hadapan para juri program Youth Economy Empowerment in Indonesia’s Heritage Sites, Through Capacity Building and Sustainable Tourism.

Program ini diselenggarakan melalui promosi industri kreatif dan pengembangan produk berbasis budaya di sejumlah wilayah Indonesia.

Bimo menjadi seorang peserta kompetisi adu kreativitas bisnis dengan konten budaya lokal ini.

Bagi Bimo yang sudah menjalankan bisnis tour and travelnya selama empat tahun ini, ikut kompetisi seperti ini memberinya tambahan pengalaman agar bisa bertahan dan selanjutnya mengembangkan bisnis yang ia bangun bersama rekan rekan se SMA nya ini.

"Kita menawarkan wisata tematik, private tour pada wisatawan. Bisa kustom juga, ingin destinasi seperti apa bisa kami usahakan, termasuk wisata kategori premium untuk fasilitasnya juga bisa. Untuk yang heritage kita juga tawarkan paket wisata lengkap dengan kegiatan penunjangnya," terang Bimo.

Lanjut Bimo, selama ini kendala utama dalam bisnis tour and travel yang ia kelola ini saat mengikuti tender perusahan besar, lantaran belum berbentuk CV atau PT.

Untuk itu, dengan mengikuti kompetisi ini ia berharap bisa belajar bagaimana nantinya bisa segera menyesuaikam diri terhadap kebutuhan pasar.

Sementara itu, Culture Unit UNESCO Jakarta, Diana Setiawati menjelaskan, ada 20 peserta kompetisi yang digelar guna mendukung upaya peningkatan kesempatan perekonomian anak muda di sekitar situs warisan dunia dan destinasi lainnya di Indonesia wilayah Yogyakarta ini.

UNESCO berkolaborasi dengan Citi Indonesia melaksanakan program ini.

Setelah merampungkan survei di Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah, yaitu di Sleman, Magelang, Klaten, dan Yogyakarta, UNESCO Jakarta melanjutkan kegiatan pendampingan pengembangan usaha kepada komunitas-komunitas anak muda di keempat kabupaten sasaran tersebut, yang bekerja di bidang ekonomi kreatif, produk kebudayaan, dan warisan budaya tak benda.

"Di Yogyakarta, UNESCO Jakarta mengundang 125 anak muda kreatif untuk mengikuti Youth Creative Competition. Seleksi didasarkan pada pengumpulan proposal usaha untuk mendapatkan penilaian teknis dari tim juri yang dipilih UNESCO," terang Diana.

Lanjut Diana, sepanjang bulan Augustus hingga November 2017, ratusan anak muda ini mendapatkan pembekalan pelatihan di bidang pengembangan usaha dan literasi keuangan dari UNESCO Jakarta melalui mitra teknisnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved