Lakukan 10 Amalan Ini Saat Terjadi Gerhana Bulan agar Dapat Meraih Pahala
Saat gerhana bulan terjadi, masyarakat dapat melakukan 10 amalan ini untuk meraih pahala di sisi Allah SWT.
Penulis: say | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM - Rabu (31/1/2018) malam, akan terjadi fenomena astronomi sangat langka, yang hanya dapat terulang lagi lebih dari 100 tahun.
Itu adalah fenomena Super Blue Blood Moon, yang dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia.
Bulan akan nampak berwarna merah darah saat gerhana terjadi.
Bulan juga terlihat lebih besar dari biasanya dan ini merupakan purnama kedua di hitungan bulan yang sama.
Saat gerhana bulan terjadi, masyarakat dapat melakukan 10 amalan ini untuk meraih pahala di sisi Allah SWT.
Yang pertama adalah melakukan salat gerhana.
Baca: Hadiri Salat Khusnul Qomar Berjamaah di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta
Anjuran melaksanakan salat gerhana terdapat dalam hadits Shahih Muslim berikut:
إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَصَلُّوا وَادْعُوا حَتَّى يَنْكَشِفَ مَا بِكُمْ
Artinya, “Sungguh matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT, tidak terjadi gerhana keduanya (matahari dan bulan) karena kematian seseorang atau pun kehidupannya. Apabila kalian melihat gerhana, maka shalat dan doalah hingga gerhana tersebut selesai.”
Baca: Kajian dan Salat Gerhana Bulan Berjamaah di Masjid Ulil Albab UII
Selain salat sunah, amalan yang dapat dilakukan saat terjadi gerhana, dapat merujuk dalam riwayat hadits berikut ini.
Disebutkan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain:
وَيُسَنُ الإِكْثَارُ مِنَ الصَّدقَةِ فِي رَمَضَانَ لَا سِيَّمَا فِي عَشْرِهِ الأَوَاخِرِ وأمَامَ الحَاجَاتِ وَعِنْدَ كُسُوفٍ وَمَرَضٍ وَحَجٍّ وَجِهَادٍ وَفِي أَزْمِنَةٍ وَأَمْكِنَةٍ فَاضِلَةٍ كَعَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ العِيْدِ وَالْجُمْعَةِ وَالمُحتاجِيْنَ
Artinya, “Disunahkan memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir di bulan itu, dan ketika mempunyai kebutuhan, ketika terjadi gerhana, sakit, haji, jihad dan pada beberapa waktu dan tempat yang memiliki keutamaan seperti tanggal 10 Dzulhijjah, hari raya, hari Jumat. Disunahkan juga sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nihayatuz Zain Syarah Qurratu ‘Ain, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 183).
Baca: Agenda Jogja Hari Ini: Meneropong Gerhana Bulan Total
Riwayat oleh Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzzab ini juga menjelaskan tentang amalan yang dapat dilakukan saat gerhana bulan terjadi.
الشَّرْحُ) حَدِيثُ عَائِشَةَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَاتَّفَقَتْ نُصُوصُ الشَّافِعِيِّ وَالْأَصْحَابِ عَلَى اسْتِحْبَابِ خُطْبَتَيْنِ بَعْدَ صَلَاةِ الْكُسُوفِ وَهُمَا سُنَّةٌ لَيْسَا شَرْطًا لِصِحَّةِ الصَّلَاةِ قَالَ أَصْحَابُنَا وَصِفَتُهُمَا كَخُطْبَتَيْ الْجُمُعَةِ فِي الْأَرْكَانِ وَالشُّرُوطِ وَغَيْرِهِمَا سَوَاءٌ صَلَّاهَا جَمَاعَةٌ فِي مِصْرٍ أَوْ قَرْيَةٍ أَوْ صَلَّاهَا الْمُسَافِرُونَ فِي الصَّحْرَاءِ وَأَهْلُ الْبَادِيَةِ وَلَا يَخْطُبُ مَنْ صَلَّاهَا مُنْفَرِدًا وَيَحُثُّهُمْ فِي هَذِهِ الْخُطْبَةِ عَلَى التَّوْبَةِ مِنْ الْمَعَاصِي وَعَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَتَاقَةِ وَيُحَذِّرُهُمْ الْغَفْلَةَ وَالِاغْتِرَارَ وَيَأْمُرُهُمْ بِإِكْثَارِ الدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالذِّكْرِ
Artinya, “(Penjelasan) hadits Aisyah RA yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dan nash Imam Syafi’i serta pengikutnya sepakat pada kesunahan dua khutbah setelah shalat gerhana, dan dua khutbah sunah itu bukanlah syarat sahnya shalat. Ashab kami berkata, ‘Dua khutbah ini sama dengan khutbah Jumat dalam rukun, syarat dan selainnya, sama saja entah dilaksanakan berjamaah di kota besar maupun di desa, atau musafir di padang pasir maupun di perkampungan. Sedangkan orang yang shalat sendiri tidak perlu melakukan khutbah. Khatib dalam khutbah ini menganjurkan jamaah untuk bertobat dari maksiat, mengerjakan kebaikan, bersedekah, membebaskan budak, mengingatkan mereka dari kelalaian dan tipu daya, serta memerintahkan mereka untuk memperbanyak doa, meminta ampunan dan zikir,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Syarah Muhadzzab, Beirut, Darul Fikr, juz V, halaman 53).
Baca: Hari Ini, Masjid Baiturrahman Gowok Sleman akan Gelar Salat Gerhana
Berdasarkan dua hadits tersebut, maka amalan yang dapat dilakukan saat gerhana terjadi adalah:
1. Bersedekah.
2. Tobat dari maksiat.
3. Mengerjakan kebaikan.
4. Bersedekah.
5. Membebaskan budak, tapi saat ini sudah tidak ada budak.
6. Hati-hati dari tipu daya.
7. Memperbanyak doa.
8. Memperbanyak istighfar untuk meminta ampun pada Allah SWT.
9. Banyak berzikir. (TRIBUNJOGJA.COM)
Sumber: nu.or.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bacaan-doa-ketika-gerhana-bulan-total_20180129_155032.jpg)