Custom Painting Cara Tradisional dengan Rasa Lokal ala Titah Argayoga

Berkecimpung di industri kustom sejak 2013 silam, kini Titah telah banyak menghasilkan karya.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Ari Nugroho
IST
Selain motor dan mobil, Titah juga melukis dengan media helm. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para pencinta kustom tentu tak asing dengan custom painting.

Kendaraan pun bersolek dengan warna-warni sesuai tema yang dikehendaki.

Berbagai macam tema lukisan dapat ditorehkan melalui tangan para custom painter.

Warna-warna akan diramu sedemikian rupa dengan teknik tertentu.

Titah Argayoga, custom painter asal Wonogiri ini ternyata memiliki ciri khas sendiri dalam berkarya.

Berkecimpung di industri kustom sejak 2013 silam, kini Titah telah banyak menghasilkan karya.

"Saya masih pakai traditional painting. Alat-alatnya sederhana saja," kata Titah saat ditemui Tribun Jogja di bengkel Retro Classic Cycles. Ya, dirinya hanya mengandalkan alat sederhana seperti cutter, lakban, dan spray brush standar.

Tokoh wayang sebagai objek custom painting
Tokoh wayang sebagai objek custom painting (Dok Pri)

Baca: Bengkel Ini Tangani Japs Style

"Kalau lainnya mungkin pakai air brush bahkan sampai pakai kuas yang harganya mahal. Kalau saya yang terjangkau saja," kata pria yang sejak mengambil jurusan seni rupa saat SMK ini.

Memang, menerapkan teknik yang ia pilih tidaklah mudah. Namun bagi Titah, itulah yang menjadi ciri khas dirinya. "Semua orang bisa cara tradisional, tapi tidak semua oramg sabar," ujar pria berusia 31 tahun ini.

"Polanya setelah dicetak di kertas, dilakban, terus di-cutter satu-satu, kecil-kecil detailnya juga harus telaten," paparnya. Kesabaran menjadi hal yang ia akrabi untuk menyelesaikan tiap karyanya.

Baca: Seniman Yogya Ungkap Kegelisahan Hilangnya Aksara Hanacaraka Melalui Body Painting

Terlebih, Titah juga cenderung lebih suka menggarap lukisan bertemakan lokal. "Saya lebih suka mengerjakan tema wayang. Yang lokal aja pokoknya," ungkap Titah. "Ada motif batik Solo, wayang, dan lain-lain," sambungnya.

Namun, ia mengakui inspirasi karyanya banyak datang dari custom painter mancanegara. "Influencernya dari luar negeri. Amerika kebanyakan. Cuma saya tetap kembangkan sendiri dengan tema lokal," kata dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved