Kepala Desa di Cilacap Ini Bayar Tunggakan Utang Pakai Uang Palsu

Oknum pemerintah desa itu terlibat kasus peredaran uang palsu (upal) yang sebagian dipakainya untuk melunasi hutang.

Kepala Desa di Cilacap Ini Bayar Tunggakan Utang Pakai Uang Palsu
Tribun Jateng
Ungkap kasus peredaran uang palsu di Mapolres Cilacap, Jumat (26/1/2018) 

TRIBUNJOGJA.COM - Muslimin (39), bukan hanya harus menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, namun ia harus siap merasakan dinginnya ruang tahanan untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya.

Oknum pemerintah desa itu terlibat kasus peredaran uang palsu (upal) yang sebagian dipakainya untuk melunasi hutang.

Sebelum bersentuhan dengan upal, Muslimin ternyata lebih dulu bermasalah dengan dana desa.

Ia diduga memakai dana desa lebih dari Rp500 juta untuk kepentingan pribadi.

Muslimin diduga kebingungan untuk menutup kekurangan dana desa yang digelapkannya.

Padahal, dana itu untuk membiayai pembangunan, termasuk membayar honor perangkat desa sampai Ketua RT atau RW.

Ia akhirnya gelap mata hingga nekat membeli uang palsu untuk melunasi hutang-hutangnya, akhir Desember 2017 lalu.

"Uang tersebut dipakainya untuk membayar hutang, membayar honor perangkat desa dan ketua RT atau RW setempat," kata Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, saat press release di Mapolres Cilacap, Jumat (26/1/2018).

Kejahatannya perlahan terungkap setelah uang tunjangan RT/RW yang dibagikannya tak bisa dipakai untuk bertransaksi.

Bersamaan dengan itu, kasus penggelapan dana desa olehnya turut terungkap.

Halaman
12
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved