Alat Barter Zaman Dahulu Ada di Festival Jogjakarta Tempoe Doeloe #2 di Malioboro Mal Yogya

Festival ini menghadirkan 43 stand yang terdiri dari pameran, bazar barang jadul dan antik.

Alat Barter Zaman Dahulu Ada di Festival Jogjakarta Tempoe Doeloe #2 di Malioboro Mal Yogya
Tribun Jogja/ Noristera Pawestri
Stand barang jadul dan antik yang ada di Festival Jogjakarta Tempoe Doeloe 2 di Malioboro Mal Yogya, Jumat (26/1/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komunitas Wadah Djadoelan menggelar Festival Jogjakarta Tempoe Doeloe #2 di Mal Malioboro, Jumat (26/1/2018).

Festival ini menghadirkan 43 stand yang terdiri dari pameran, bazar barang jadul dan antik.

Tentunya festival ini turut menghadirkan Komunitas Djadoelan, Komunitas Numismatik dan Komunitas Filateli.

Pada festival ini menampilkan berbagai barang jadul seperti perangko, buku jadul, dokumen tua pada zaman VOC, perkakas rumah tangga, uang yang sudah tidak beredar dan barang-barang jadul lainnya.

Satu diantaranya terdapat stan yang menampilkan barang-barang jadul dari zaman Majapahit, seperti koin VOC, koin gobog Cina, alat barter pada zaman dahulu.

Pemilik Koleksi Barang Jadul dan Antik, David menuturkan, alat barter yang digunakan sebagai uang ini berasal dari era sebelum Majapahit.

"Ini (media barter ) saya dapat dari sungai Bengawan Solo sama Sungai Brantas dari orang yang cari emas di sungai," ujar David kepada tribunjogja.com

Barang yang terbuat dari timah hitam ini dijual mulai dari Rp20 ribu.

David menuturkan, alat barter ini diperkirakan usianya sejak tahun 1600.

"Mulai koleksi sejak 5 tahun lalu, lama-lama jadi banyak sekarang jumlahnya (alat barter) ada 200-an," lanjutnya.

Selain itu, David juga mengoleksi Koin VOC yang dijual mulai dari Rp10 ribu - Rp50 ribu.

"Harganya (Koin VOC) dijual berdasarkan kelangkaan tahunnya. Tertua untuk Koin VOC ini tahun 1726," papar David.

Koleksi milik David lainnya yaitu Koin Gobog China yang diperkirakan berasal dari tahun 900 hingga tahun 1200. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved